Jelang Mudik, Dishub Riau Petakan Puluhan Titik Rawan Kecelakaan di Empat Jalur Lintas Nasional

Rahmad Riski
Pemprov Riau Jelaskan Titik Rawan Kecelakaan di Mudik Lebaran 2026 (Foto ilustrasi/okezone)

 

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau resmi memetakan puluhan titik rawan kecelakaan di sepanjang ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Bumi Lancang Kuning. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan sekaligus menekan angka fatalitas lalu lintas, terutama menjelang periode mobilisasi tinggi.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, mengungkapkan bahwa kerawanan ini tersebar di empat jalur utama, yakni Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, dan Lintas Utara.

"Di jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, tercatat ada enam titik krusial, termasuk KM 22 Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang di mana kendaraan kerap dipacu dengan kecepatan tinggi sehingga rawan tabrakan lawan arah. Titik rawan lainnya di jalur ini meliputi KM 27 Kecamatan Tambang hingga KM 93 yang didominasi tikungan dan tanjakan curam. Selain faktor geometris jalan, ancaman longsor dan tanah labil juga mengintai di KM 79, KM 81, serta KM 89 Desa Pulau Godang, terutama saat curah hujan tinggi,"katanya Selasa (10/3/2026)..

Beralih ke Jalur Lintas Selatan menuju Kuantan Singingi, Dishub mengidentifikasi lima titik rawan, di antaranya KM 13, KM 33, dan KM 75 yang dipicu oleh tikungan tajam dan terbatasnya jarak pandang akibat marka jalan yang mulai memudar. Sementara itu, Lintas Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi kerawanan tertinggi bersama Lintas Utara, masing-masing memiliki sembilan titik pantauan. Di Lintas Timur, area seperti KM 59,3, Tugu Patin Pematang Reba, hingga Simpang Pangkalan Kasai menjadi perhatian khusus karena tingginya aktivitas masyarakat serta kondisi jalan yang menanjak dan berliku.

Onki menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas secara umum dipicu oleh tiga faktor fundamental, yakni kondisi kendaraan, lingkungan (jalan dan cuaca), serta faktor manusia. Ia menegaskan bahwa kelalaian serta kelelahan pengemudi masih mendominasi penyebab utama insiden di jalan raya. Selain itu, minimnya bahu jalan di beberapa titik turut memperbesar risiko bahaya bagi pengendara.

Menyikapi temuan ini, Dishub Riau mengimbau masyarakat untuk memastikan kelayakan kendaraan, terutama fungsi rem dan lampu, serta tidak membawa muatan berlebih. Pengendara motor diingatkan untuk selalu mengenakan helm dan melengkapi surat kendaraan. Onki juga menyarankan agar pengemudi tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan memanfaatkan rest area atau fasilitas ibadah seperti masjid di sepanjang jalur perjalanan untuk beristirahat.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network