Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Jalan Rusak Bandar Pulau di Kantor Bupati Asahan Berujung Ricuh
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Warga dan Mahasiswa Pelalawan Kepung Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi dari TNTN

Senin, 13 April 2026 | 13:40 WIB
  • author Nanda
Ratusan Warga dan Mahasiswa Pelalawan Kepung Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi dari TNTN
Demo Warga Tolak Relokasi dari TNTN (Foto iNewsPekanbaru.id)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru – Suasana di kawasan Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, tepatnya di samping Kantor Gubernur Riau, mendadak ramai sejak fajar menyingsing pada Senin, 13 April 2026. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) datang bergelombang menggunakan truk dan mobil bak terbuka untuk menyuarakan penolakan keras terhadap rencana relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Massa aksi juga melakukan blokade di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. Keseriusan warga dalam aksi ini terlihat dari adanya dapur umum dadakan yang didirikan oleh kaum ibu di tengah jalan untuk menyiapkan konsumsi bagi para pendemo. Hal ini menjadi simbol bahwa mereka siap bertahan dalam waktu lama demi memperjuangkan hak atas tanah tempat mereka tinggal.

Di gerbang utama samping Kantor Gubernur, massa membentang spanduk berukuran besar yang memuat tiga poin tuntutan utama. Poin pertama secara tegas menyatakan penolakan masyarakat terhadap rencana relokasi. Kedua, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Riau untuk memberikan kepastian atas keberlanjutan hidup masyarakat banyak. Sementara poin ketiga ditujukan kepada Presiden RI agar menyelamatkan hak rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Koordinator massa aksi, Wandri Saputra Simbolon, dalam orasinya menyatakan bahwa kedatangan AMMP ke Pekanbaru adalah demi menuntut pembatalan relokasi dari kawasan TNTN. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan patah semangat dalam memperjuangkan hak-hak warga. Wandri juga membantah tudingan bahwa mereka adalah warga ilegal, karena masyarakat yang berada di sana memiliki identitas resmi dan sudah menetap hingga turun-temurun.

"Pemerintah seharusnya turun langsung ke lapangan untuk melihat realitas kehidupan masyarakat yang sudah beranak-pinak di lokasi tersebut, bukan sekadar bekerja di balik meja. Jika tuntutan kita tidak segera dipenuhi atau setidaknya mendapatkan kepastian hukum, massa akan terus bertahan di dekat kantor gubernur ini"katanya,

Ancaman untuk mendirikan tenda pun dilontarkan oleh massa sebagai bentuk protes jika aspirasi mereka diabaikan. Wandri menegaskan bahwa seluruh warga yang hadir siap untuk menginap dan bertahan di depan Kantor Gubernur Riau hingga sepekan. Hingga saat ini, selain spanduk raksasa di gerbang, berbagai atribut protes berukuran kecil juga tampak menghiasi pagar-pagar kantor pemerintahan tersebut sebagai bentuk perlawanan warga.

"Kita juga menuntut Pak Plt Gubernur Riau SF Haryanto menemui kita untuk mencari solusi,"tegasnya.

Seperti diketahui saat ini Pemerintah Pusat melalui Satgas PKH ( Penertiban Kawasan Hutan) melakukan penertiban ribaun hektare sawiit di TNTN. Selain itu rencananya tim gabungan juga akan merelokasi warga yang tinggal disana. Penertiban menurut pemerintah ini dinilai ilegal karena berada di kasawan hutan yang dilindungi.

Editor: Banda Haruddin Tanjung

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut