Pimpin Polda Riau, Irjen Arman Tekankan Empati dan Tolak Polisi Sakiti Rakyat
PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Ada wajah baru di tampuk kepemimpinan Polda Riau. Setelah resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026), Irjen Pol Arman Achdiat kini resmi memegang tongkat komando menggantikan Irjen Herry Heryawan yang dipromosikan sebagai Kabaharkam Polri.
Di hari pertamanya bertugas pada Minggu (4/10/2026), jenderal bintang dua ini langsung menegaskan komitmennya untuk mengawal prograam-program pusat agar berdampak nyata di Bumi Lancang Juning.
Namun, yang menarik perhatian adalah fokus utamanya dalam memimpin: membangun Polri yang makin dekat dengan rakyat.Bagi Arman, polisi yang dekat dengan rakyat itu bukan sekadar rajin patroli, tapi harus punya empati, responsif, dan benar-benar peduli.
"Jangan sakiti masyarakat. Kita sendiri kan tidak mau disakiti. Layani mereka dengan cara terbaik," tegas Arman.
Prinsip dasarnya sederhana katanya, bagaimana masyarakat bisa percaya kalau tidak merasa dicintai? Bahkan, Arman tidak main-main soal ini. Personel yang dinilai kurang sensitif atau cuek terhadap keluhan warga bakal diparkir dulu untuk dibina. Menurutnya, di era sekarang, empati adalah syarat mutlak bagi seorang anggota kepolisian. Ia juga berpesan agar seluruh jajarannya paham aturan adat dan kearifan lokal Riau.
Penunjukan ini menjadi babak baru bagi pengabdian Arman yang sudah genap 34 tahun di Polri. Alumnus Akpol 1992 ini punya rekam jejak serba bisa—pernah menjabat Kasat Lantas di Barelang, Kapolsek Tanjung Duren dan Penjaringan, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, hingga dipercaya jadi Kapolres Sumedang dan Karawang. Sebelum mendarat di Riau, ia sempat mengemban tugas di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak awal 2025.
Editor: Banda Haruddin Tanjung