get app
inews
Aa Text
Read Next : BREAKING NEWS Kekurangan Dana Rp22 Miliar, Porprov Riau XI Batal Digelar 2026

Tangsi Belanda Ambruk, Kemenbud Turunkan Tim, Bupati Siak Dorong Revitalisasi Total Cagar Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 18:52 WIB
header img
Polisi Beri Police Line Salah Satu Bangunan Tangsi Belanda yang Ambruk (Foto ist)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru – Menyusul ambruknya lantai dua Cagar Budaya Tangsi Belanda di Kabupaten Siak, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menurunkan tim ke lapangan, Senin (2/2/2026). Kunjungan ini diharapkan juga bisa  melihat langsung kondisi tiga kawasan cagar budaya lainnya yang membutuhkan perhatian serius agar masuk prioritas revitalisasi.

Informasi tim Kemenbud turun ke Siak tersebut disampaikan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli. Katanya, atensi khusus datang langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui Balai Kebudayaan yang membawahi wilayah Kabupaten Siak. 

Tim utusan Kementerian Kebudayaan turun ke Siak terkait ambruknya lantai dua Tangsi Belanda,” ujar Afni.

Menurut Afni, kehadiran tim Kemenbud diharapkan tidak hanya meninjau Tangsi Belanda, tetapi juga menyasar tiga titik cagar budaya lain yang berada dalam satu kesatuan kawasan sejarah di Siak. Ketiga lokasi tersebut dinilai sudah membutuhkan penanganan serius dan masuk skala prioritas untuk direvitalisasi.

“Harapan kami, tim ini juga mengunjungi tiga titik lainnya yang menurut kami sangat penting untuk mendapat perhatian dan menjadi prioritas revitalisasi, mudah-mudahan bisa dibantu melalui APBN,” harap Afni

Adapun cagar budaya yang dimaksud yakni Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah yang juga berstatus museum nasional dan memiliki persoalan pada struktur lantai dua, Balai Kerapatan yang kondisinya dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu Makam Kota Tinggi yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi pelestarian.

Terkait agenda tersebut, Afni menjelaskan kebetulan dirinya bersama Wakil Bupati Siak sedang menjalankan tugas menghadiri kegiatan bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Jakarta. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak menugaskan Sekretaris Daerah untuk menerima dan mendampingi tim Kemenbud selama kunjungan lapangan.

“Selain Tangsi Belanda, berarti ada tiga lokasi lain yang kami harapkan juga bisa dilihat langsung oleh pihak Kementerian. Ini satu kesatuan wilayah cagar budaya di Kabupaten Siak yang perlu penanganan menyeluruh,” ucap Afni.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lantai 2 bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang mengikuti kegiatan studi tour menjadi korban.

Bupati Siak yang sempat mendampingi korban sejak awal, memastikan seluruh korban saat mulai pulih dan sudah dibolehkan pulang ke rumah masing-masing, hanya satu anak masih dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. 

Polres Siak bergerak cepat menangani peristiwa runtuhnya lantai dua Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) pagi, sekitar pukul 09.45 WIB, di Jalan Pemuda Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 17 orang dari rombongan studi tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, mengalami luka-luka, terdiri dari 15 siswa-siswi, 1 orang guru, dan 1 orang pemandu wisata Tangsi Belanda.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan, kejadian bermula saat rombongan yang berjumlah 55 murid dan 12 orang guru tiba di lokasi sekitar pukul 08.49 WIB untuk melakukan kegiatan wisata edukasi. Rombongan dipandu oleh pemandu setempat berkeliling area Tangsi Belanda, termasuk naik ke lantai dua bangunan.

“Setibanya di salah satu ruangan lantai dua, lantai bangunan yang terbuat dari papan kayu lama dan telah lapuk tidak mampu menahan beban, sehingga runtuh dan menyebabkan rombongan terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian kurang lebih empat meter,” ujar Kapolres Siak.

Dari total korban, sebanyak 10 orang langsung dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, sementara 7 orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Mempura dengan kondisi luka ringan. Saat ini seluruh korban dalam penanganan tenaga medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Siak AKBP James Sibarani, S.H., M.H., bersama personel Polres Siak langsung mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian. Polisi juga memasang garis polisi (police line), melakukan olah TKP, mendata korban serta saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Kapolres Siak menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut serta memastikan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kami telah mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bangunan Tangsi Belanda ditutup sementara sampai dilakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh demi keselamatan pengunjung,” tegasnya.

Polres Siak juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke bangunan tua atau bersejarah serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah ditetapkan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat lokasi tersebut merupakan objek wisata edukasi yang kerap dikunjungi masyarakat dan pelajar. Polres Siak memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut