BENGKALIS,iNewsPekanbaru.id – Polres Bengkalis bersama jajaran dan tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara terpadu guna mencegah api kembali meluas dan memastikan kondisi lahan benar-benar aman.
Tiga lokasi yang mendapat penanganan yakni Jalan Reformasi RT 002 RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir; Jalan Cikgu Wahidin RT 002 RW 001, Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat; serta Jalan Tangkahan Tegar Ujung Canal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.
Di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, penanganan telah memasuki hari ketiga. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare, dengan sekitar 3,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Hingga kegiatan berakhir, tim masih menemukan sejumlah titik api dan asap pada sisa kayu yang terbakar, sehingga pemadaman dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
Sementara itu, di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi terakhir hanya menyisakan asap. Petugas tetap memastikan lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.
Sedangkan di Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, kebakaran terjadi pada lahan semak belukar dengan luas sekitar 0,3 hektare. Polsek Rupat bersama MPA, masyarakat, dan regu pemadam PT Priatama bergerak cepat melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Hasil pemantauan terakhir menunjukkan lokasi Karhutla nihil terpantau pada aplikasi DLK.
Dalam penanganan di tiga lokasi tersebut, personel kepolisian bersinergi dengan TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA, masyarakat, serta unsur pemadam perusahaan. Berbagai peralatan dikerahkan, di antaranya mini striker, mesin dossmer, selang, nozzle, serta dukungan Water Bombing BNPB di lokasi tertentu.
Kondisi cuaca dan medan menjadi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Cuaca panas, kondisi tanah yang kering, serta angin kencang dan berubah arah dapat menyebabkan api kembali menjalar. Selain itu,jarak sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran juga menjadi kendala tersendiri, sehingga petugas harus menggunakan selang dengan jarak yang cukup panjang dan mengatur distribusi air menuju titik api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu serta upaya lebih.
Meski menghadapi sejumlah kendala, tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan secara bertahap. Tidak terdapat laporan mengenai kelelahan personel maupun asap tebal sebagai kendala utama dalam penanganan.
Dari tiga lokasi tersebut, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, menjadi lokasi yang masih memerlukan penanganan lanjutan karena masih ditemukan titik api dan asap. Sementara di Pematang Pudu, Mandau, api telah padam dan hanya menyisakan asap, sedangkan di Darul Aman, Rupat, api berhasil dipadamkan dan lokasi terpantau nihil pada aplikasi DLK.
Penyebab Karhutla di ketiga lokasi masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga telah melakukan pengecekan TKP, pendataan saksi, dokumentasi, serta pemantauan kondisi lahan.
Polres Bengkalis terus memperkuat sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA, masyarakat, dan pihak terkait dalam penanganan Karhutla, sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
