PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id — Peristiwa pengusiran gajah liar di kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau memakan korban. Seorang remaja berusia 18 tahun, Mikhael Daniel Simarmata, mengalami luka robek akibat tertendang gajah liar, sementara seorang warga lainnya, Darwin Sondang Napitu (47), meninggal dunia akibat kelelahan usai berupaya mengusir kawanan satwa dilindungi tersebut.
Insiden yang terjadi pada Jumat lalu ini langsung ditindaklanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dengan menerjunkan Tim Seksi Konservasi Wilayah III ke lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan penanganan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan dua titik lokasi aktivitas gajah yang seluruhnya berada di dalam area suaka margasatwa. Mikhael mengalami luka di bagian pinggang dan paha saat berhadapan langsung dengan satwa tersebut dan kini telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membenarkan kejadian tersebut sekaligus meluruskan penyebab kematian salah satu warga di lokasi.
"Korban atas nama Darwin Sondang Napitu meninggal dunia bukan karena diserang gajah liar, melainkan akibat faktor kelelahan saat ikut serta dalam upaya pengusiran," kata Ujang Holisudin, Minggu (30/8/2026).
Ujang menjelaskan, penyisiran di sekitar area kejadian telah selesai dilakukan dan keberadaan kawanan gajah liar tersebut saat ini sudah tidak terdeteksi lagi. BBKSDA Riau mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan sepihak yang dapat memicu bahaya bagi manusia maupun satwa.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan segera melapor ke aparat desa atau Call Centre BBKSDA Riau jika gajah kembali terlihat. Kami bersama instansi terkait akan terus memantau wilayah tersebut untuk mencegah konflik susulan serta memastikan keselamatan warga dan kelestarian gajah," pungkasnya.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
