Warga Pelalawan Kembali Tewas Diserang Harimau, Kini Dialami Pekerja

Rahmad Riski
Harimau Kembali Terkam Warga di Pelawan (Foto ilustrasi/inews.id)

PELALAWAN, Pekanbaru.id - Kasus serangan satwa liar di Kabupaten Pelalawan, Riau kembali memakan korban jiwa setelah sebelumnya seorang anak berusia 12 tahun tewas. Kali ini insiden tragis tersebut dialami oleh seorang pekerja berusia 29 tahun bernama Eko Prastio yang meninggal dunia akibat serangan Harimau Sumatera di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan pada Jumat 10 Juli 2026.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar KSDA Riau, Laskar Jaya Permana, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Tim WRU di lapangan, peristiwa diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB. Kejadian bermula saat korban berpamitan kepada rekan sekamarnya pada pukul 19.15 WIB untuk mencari sinyal telepon guna mengirimkan agenda pekerjaan esok hari melalui grup WhatsApp, namun hingga tengah malam korban tidak kunjung kembali ke mess.

Rekan sekamar bersama karyawan lain dan petugas keamanan kemudian melakukan pencarian di lokasi yang biasa digunakan korban untuk menelepon. Di tempat tersebut, tim menemukan sandal dan headset milik korban disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak, yang diperkuat dengan temuan jejak kaki Harimau Sumatera dan jejak anjing di titik yang sama.

Petugas keamanan langsung melaporkan kejadian ini kepada Tim WRU Balai Besar KSDA Riau pada pukul 02.30 WIB yang posisinya berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk meminta bantuan penanganan. Tim gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 02.52 WIB langsung melakukan observasi dan menemukan kembali jejak Harimau Sumatera berukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter yang mengarah dari posisi terakhir korban.

Pencarian sempat dilakukan dalam radius sekitar 3 kilometer menggunakan drone thermal dan lampu halogen hingga pukul 04.00 WIB, namun dihentikan sementara akibat kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang. Pencarian kemudian dilanjutkan kembali setelah apel gabungan pada pukul 06.03 WIB dengan mengikuti jalur seretan dan ceceran darah, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak dengan jarak sekitar 650 meter dari titik awal.

Pihak Balai Besar KSDA Riau saat ini sedang menganalisa apakah individu harimau tersebut sama dengan kejadian yang menewaskan anak-anak beberapa hari sebelumnya, mengingat jarak kedua lokasi kejadian perkara hanya berkisar 6,5 kilometer. Sebagai langkah antisipasi interaksi negatif susulan, petugas kini telah memasang boxtrap di lokasi dan meminta pihak perusahaan menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat.

Balai Besar KSDA Riau juga mengimbau keras kepada seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian terutama pada malam hingga dini hari, memastikan keamanan camp, serta segera melapor ke petugas jika melihat keberadaan satwa lindung tersebut.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network