get app
inews
Aa Text
Read Next : Minum Sambil Berdiri, Berbahayakah?

Sempat Lahap Makan dan Berdiri, Perjuangan 34 Hari Gajah Jovi yang Berakhir Duka

Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:41 WIB
header img
Gajah Jovi Sempat Sehat Namun Akhirnya Mati di Tengah Perawatan (Foto Dokumen BBKSDA Riau)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Kabar duka mendalam menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan senior di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, bernama Jovi, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB. Pejuang penjaga konflik manusia dan satwa ini menyerah setelah 34 hari berjuang gigih melawan sakit.

Kepergian Jovi menyisakan duka mendalam bagi tim medis yang merawatnya. Pasalnya, di tengah masa perawatan intensif, kondisi Jovi sempat menunjukkan secercah harapan.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, mengungkapkan bahwa Jovi sempat berjuang keras untuk sembuh. Kekakuan pada kaki, belalai, dan ekornya perlahan berkurang, serta nafsu makannya membaik.

"Bahkan pada hari keenam perawatan, gajah tangguh ini sempat mampu berdiri dan melangkah beberapa pijakan. Hasil laboratorium darah saat itu juga menunjukkan penurunan tingkat infeksi yang signifikan," katanya Selasa (4/8/2026).

Namun, takdir berkata lain. Meskipun sempat merespons pengobatan, kondisi otot Jovi perlahan kembali menurun hingga mengalami myopathy berat—gangguan jaringan otot parah yang membuatnya tak lagi sanggup menopang tubuh besarnya untuk berdiri. Meski begitu, tim medis tak menyerah dan terus berjuang memenuhi kebutuhan nutrisi serta cairannya melalui pakan khusus dan terapi infus tanpa henti.

Penanganan terhadap Jovi pun melibatkan sinergi besar. Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan turut mengoordinasikan diskusi teknis bersama para dokter hewan dari berbagai unit untuk memberikan penanganan medis terbaik bagi Jovi.

Berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratorium, tim medis menduga Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu terjadinya myopathy berat. Untuk memastikan penyebab pasti kepergiannya secara ilmiah, tim medis langsung melakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ dan jaringan usai Jovi dinyatakan mati.

Momen-momen kritis berujung duka itu bermula pada Minggu (2/8/2026), saat kondisi tubuh Jovi merosot tajam. Ia mulai enggan menyentuh pakan maupun minum. Tim medis terus mendampingi dan memberikan terapi intensif.

Hingga pada Senin (3/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB, demam tinggi melanda tubuhnya hingga mencapai 40°C. Berbagai upaya darurat dilakukan, mulai dari infus hingga terapi oral dan rektal. Namun, pada pukul 20.43 WIB, tubuh Jovi mengalami tremor hebat, hingga akhirnya pada pukul 20.47 WIB, sang pejantan tangguh itu menghembuskan napas terakhirnya.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan medis selesai, jasad Gajah Jovi dimakamkan dengan penuh penghormatan di kawasan PLG Minas. Selamat jalan, Jovi. Dedikasi dan perjuanganmu menjaga kedamaian di bumi Riau akan terus dikenang.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut