Karhutla, 1.979 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera
PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pembaruan data hingga Jumat (18/9/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 1.979 titik panas tersebar di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
BMKG Pekanbaru, Anggun Rahmania, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Sumatera kini dalam kondisi rentan kemunculan titik panas. Lonjakan jumlah hotspot ini menjadi sinyal waspada bagi pemerintah daerah dan tim satgas karhutla di lapangan.
"Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar titik panas pada hari ini dengan total mencapai 1.559 titik. Tingginya angka hotspot di wilayah ini memicu kekhawatiran akan makin meluasnya cakupan kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut," ujar Anggun.
Selain Sumatera Selatan, beberapa provinsi tetangga juga menyumbang angka titik panas yang cukup signifikan. Bangka Belitung mencatat 163 titik, disusul Jambi dengan 134 titik, dan Lampung sebanyak 31 titik panas. Sementara itu, Kepulauan Riau berada di posisi terendah dengan dua titik panas.
"Untuk Provinsi Riau sendiri, BMKG mencatat total ada 90 titik panas yang tersebar di beberapa area kabupaten dan kota. Sebagian besar titik panas di Riau terkonsentrasi di wilayah bagian selatan dan pesisir," ucapnya.
Secara lebih rinci di Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, yaitu 47 titik, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 36 titik. Wilayah lainnya meliputi Kabupaten Kampar dengan tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, serta Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kepulauan Meranti masing-masing mencatatkan satu titik panas.
"Dampak dari maraknya titik panas ini mulai memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang (visibility) di sejumlah lokasi di Riau. Asap tipis hingga sedang mulai menyelimuti wilayah permukiman dan perkotaan sejak sore hari," jelasnya.
Berdasarkan pantauan visibility pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat terbilang terbatas hanya mencapai 4 kilometer akibat terhalang asap. Kondisi serupa terjadi di Pelalawan dan Tambang dengan jarak pandang berada di angka 5 kilometer.
Editor: Banda Haruddin Tanjung