Bonus Tak Kunjung Cair Sampai Gubernur Riau Ganti dan Kena OTT, Atlet PON Hilang Semangat Bertanding
Pelatih senior Riau, Ahmad Markos, menilai skandal penundaan bonus ini telah mencoreng nama baik Riau di kancah nasional maupun internasional. Ia menyebut kejadian ini sangat memalukan untuk daerah yang terkenal kaya akan sumber daya alam. Menurut Markos, kondisi ini mematikan pembinaan olahraga dan membuka potensi banyaknya atlet yang memilih pindah membela provinsi lain.
Ketidakpastian ini tidak lepas dari riwayat kepemimpinan di Riau. Janji bonus berawal dari masa Gubernur Syamsuar pada 2024 yang tidak terealisasi hingga akhir jabatannya. Gubernur berikutnya, Abdul Wahid, sempat berjanji melunasi tunggakan sejak dilantik pada Februari 2025, namun ia terjaring OTT KPK pada 3 November 2025 dan divonis dua tahun penjara.
Kepemimpinan kemudian beralih ke Pelaksana Tugas Gubernur SF Hariyanto. Namun, nasib atlet justru kian buram karena SF Hariyanto disibukkan dengan pemeriksaan KPK terkait temuan uang tunai di rumahnya, serta pemeriksaan oleh Mendagri terkait polemik program MBG Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini, keringat para pahlawan olahraga Riau seolah tak ada harganya di mata pemerintah daerah.
Editor : Banda Haruddin Tanjung