Tips Tetap Nyaman Berktivitas di Luar Ruangan Saat Cuaca Panas di Bulan Ramadan
iNewsPekanbaru.id - Masyarakat belakangan ini sering merasakan cuaca panas terik yang cukup menyengat, terutama bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan. Teriknya matahari tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang harus tetap produktif di luar ruangan dalam kondisi berpuasa. Agar aktivitas tetap berjalan lancar dan kondisi tubuh tetap prima, diperlukan persiapan khusus untuk menghindari risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.
Melansir dari Betterhealth, berikut adalah beberapa panduan praktis agar Anda tetap nyaman beraktivitas di bawah terik matahari selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan pakaian yang tepat menjadi langkah awal yang sangat krusial. Saat cuaca panas, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan katun yang ringan dan mampu menyerap keringat dengan baik. Selain memberikan rasa sejuk, bahan katun membantu menjaga kesehatan kulit agar tidak lembap secara berlebihan. Sebaliknya, hindari pakaian berbahan tebal, berbulu, atau kulit karena jenis material ini memerangkap panas dan tidak efektif menyerap keringat, sehingga dapat mengganggu kenyamanan gerak Anda.
Sebagai langkah antisipasi terhadap suhu udara yang tinggi, membawa kipas portabel di dalam tas bisa menjadi solusi yang sangat membantu. Aliran udara dari kipas portabel memberikan kesejukan instan saat Anda berada di titik lokasi yang minim ventilasi atau saat terpapar sinar matahari langsung. Alat kecil ini terbukti efektif meningkatkan kenyamanan dan membuat Anda lebih leluasa beraktivitas tanpa terganggu rasa gerah yang berlebihan.
Perlindungan kulit juga tidak boleh terabaikan. Penggunaan tabir surya atau sunscreen menjadi kewajiban saat berada di luar ruangan guna melindungi kulit dari dampak buruk paparan sinar UVA dan UVB. Pilihlah sunscreen dengan kadar SPF minimal 50 untuk perlindungan yang lebih lama dan maksimal. Pastikan tekstur produk yang Anda gunakan cukup ringan di kulit agar tidak menimbulkan rasa lengket atau berat yang justru memicu ketidaknyamanan saat berkeringat.
Terakhir, kunci utama menjaga kebugaran saat puasa di tengah cuaca panas adalah pengelolaan hidrasi yang tepat. Meskipun sedang berpuasa, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi dengan cara mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup pada saat sahur dan berbuka. Air putih adalah pilihan terbaik untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat sepanjang hari. Selain itu, sebaiknya kurangi konsumsi minuman berkafein karena sifatnya yang diuretik dapat memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi dapat diminimalisir.
Editor : Banda Haruddin Tanjung