get app
inews
Aa Text
Read Next : ASN Tembak Pelajar Pekanbaru Hingga Tewas, Motif Terganggu Karena ada Perkelahian

Seragam SMP di Bangku SMA, Kisah Haru Salsabila dan Adnan yang Kini Dalam Kepedulian Kapolres Dumai

Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:35 WIB
header img
Saat Petugas Membelanjakan Kebutuhan Sekolah Untuk Keluarga Prasejahtera di Dumai (Foto ist)

DUMAI,iNewsPekanbaru.id – Sebuah rumah sederhana di Jalan Muslim, Gang Damai, Kelurahan Jaya Mukti, kedatangan tamu tak biasa. Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang, melangkah masuk membawa harapan bagi keluarga Bapak Jarno yang tengah berada di titik terendah kehidupan mereka.

Kunjungan ini bermula dari laporan warga tentang seorang anak SD yang tetap gigih bersekolah meski mengenakan seragam yang sudah lusuh dan memudar. Namun, saat tim Polres Dumai tiba, fakta di lapangan ternyata jauh lebih menyayat hati.

Keluarga Jarno sedang didera cobaan bertubi-tubi. Sang kepala keluarga tak berdaya mencari nafkah akibat patah kaki, sementara istrinya berjuang keras sebagai buruh cuci serabutan. Di rumah itu, lima nyawa bergantung pada penghasilan yang tak menentu.


Adnan Hidayat yang duduk  di bangku kelas 2 SMA, terpaksa pergi ke sekolah mengenakan seragam SMP miliknya karena orang tuanya tak mampu membeli baju baru. Ia juga sempat terancam putus sekolah karena tak sanggup membeli buku LKS.

Salsabila & Azka siswa SD bertahan dengan perlengkapan seadanya, mulai dari jilbab hingga sepatu yang sudah tak layak pakai. Saat dikunjungi, keluarga ini hanya mampu menyajikan mi instan sebagai menu makan siang karena tak ada bahan pokok lain di dapur.

Melihat kondisi tersebut, AKBP Angga F. Herlambang memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh memutus rantai mimpi anak-anak Jarno. Secara spontan dan terukur, Polres Dumai langsung memberikan bantuan komprehensif:


"Kita menjamin kebutuhan sekolah ketiga anak tersebut terpenuhi secara layak. Untuk Adnan, dipesankan seragam SMA lengkap termasuk baju pramuka yang dijahit khusus, sepatu, tas baru, serta pelunasan biaya buku LKS yang sempat menunggak,"imbuhnya Jumat (6/2/2026).

Sementara untuk Salsabila dan Azka diberikan paket perlengkapan sekolah baru mulai dari jilbab, sepatu, hingga stok buku tulis yang melimpah. Mereka juga dapat jaminan gizi dan kebutuhan dasar. Petugas juga memberikan paket sembako ke pihak keluarga.

"Pendidikan adalah kunci masa depan. Tidak boleh ada anak yang minder atau berhenti sekolah hanya karena seragam yang usang atau buku yang belum terbeli. Kami hadir untuk memastikan mereka tetap memiliki mimpi," tegas AKBP Angga.


Aksi humanis yang berakhir menjelang pukul 16.00 WIB ini menyisakan tangis haru dari keluarga Bapak Jarno. Kini, Adnan tak perlu lagi merasa malu mengenakan seragam SMP-nya ke SMA, dan Salsabila bisa kembali menatap papan tulis dengan semangat baru.

Langkah Polres Dumai ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada peran sosial untuk saling merangkul mereka yang nyaris menyerah pada keadaan.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut