PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 239 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data pada pukul 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia, menyampaikan bahwa kemunculan ratusan titik panas tersebut berkontribusi terhadap total 2.689 titik panas yang terpantau di seluruh wilayah Pulau Sumatera.
"Total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 2.689 titik. Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi wilayah penyumbang terbanyak dengan 1.670 titik, disusul Jambi 324 titik, Bangka Belitung 263 titik, dan Riau sebanyak 239 titik," ujar Bella R. Adelia Jumat (4/9/2026)
Selain itu, titik panas juga terdeteksi di beberapa daerah lain di Sumatera, meliputi Lampung dengan 111 titik, Kepulauan Riau 32 titik, Sumatera Barat 26 titik, Bengkulu 17 titik, Sumatera Utara 5 titik, serta Aceh 2 titik.
Khusus untuk wilayah Provinsi Riau, sebaran 239 titik panas terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi daerah dengan sebaran terbanyak yakni 81 titik, diikuti Kabupaten Indragiri Hulu 56 titik, Kabupaten Siak 44 titik, dan Kabupaten Kepulauan Meranti 20 titik.
Selanjutnya, Kabupaten Pelalawan mencatatkan 18 titik panas, Kabupaten Bengkalis 16 titik, Kota Pekanbaru 2 titik, serta Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi masing-masing terdeteksi 1 titik.
Seiring munculnya ratusan titik panas tersebut, BMKG Pekanbaru juga melaporkan kondisi jarak pandang (visibility) di beberapa wilayah Riau pada waktu yang sama. Jarak pandang di Pekanbaru terpantau normal berada pada angka 6 kilometer.
Namun, beberapa wilayah dilaporkan mulai diselimuti udara kabur akibat asap. Jarak pandang di Rengat dan Tambang tercatat terbatas sejauh 5 kilometer dengan kondisi diselimuti asap. Sementara itu, wilayah Pelalawan mencatatkan jarak pandang terendah yakni 4 kilometer yang juga terpengaruh oleh kondisi asap.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
