Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Pekanbaru

Rahmad Riski
Tradisi Petang Megang Menyambut Ramadan di Pekanbaru (Dok)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Menyambut bulan suci Ramadan, masyarakat Riau memiliki tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan, yaitu Petang Megang atau yang juga dikenal dengan nama Balimau. Tradisi ini merupakan ritual mandi bersama dalam budaya Melayu Riau yang dilaksanakan sebagai persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan puasa.

Petang Megang untuk tahun ini tetap dilaksanakan di seputaran Sungai Siak Kota Pekanbaru tepatnya di sekitaran jembatan Siak pada Jumat (27/2/2025). Kegiatan petang megang ini diadakan oleh Pemkot Pekanbaru dan dihadiri oleh pihak Pemprov Riau. 

Petang Megang biasanya diawali dengan salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Pekanbaru, masjid bersejarah yang terletak sekitar 1 kilometer dari tepian Sungai Siak. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan tradisi Petang Megang, yang dilakukan tepat di sekitar Jembatan Siak II. Setelah salat, masyarakat dan pejabat setempat menuju ke sungai untuk memulai prosesi mandi bersama.

Tradisi ini dimulai satu hari sebelum bulan Ramadan, di mana masyarakat dari berbagai penjuru, baik yang berasal dari Riau maupun luar Riau, berkumpul di tepian Sungai Siak untuk melakukan mandi bersama. Meskipun air sungai Siak dikenal keruh, acara ini tetap menjadi ajang perayaan yang meriah. Perahu dan petugas kepolisian selalu disiapkan untuk menjaga kelancaran serta keamanan selama perayaan berlangsung.

Acara Petang Megang ini juga dihadiri oleh pejabat setempat, seperti Gubernur Riau, atauWakil Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru atau yang mewakili, dan pejabat lainnya. Mereka biasanya membuka acara dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk merayakan tradisi ini dengan penuh kegembiraan tanpa berlebihan dan tetap menjaga ketertiban. Setelah itu, pejabat tersebut akan mengambil air yang telah dicampur dengan bunga dan daun tujuh rupa, seperti daun nilam, serai wangi, mayang pinang, dan jeruk nipis.

Kemudian, air yang telah dicampur tersebut disiramkan kepada warga sebagai simbol penyucian diri menjelang Ramadan. Setelah ritual ini, warga akan tumpah ruah menuju sungai untuk mandi bersama. Selama kegiatan berlangsung, hiburan seperti musik kompang dan orgen tunggal mengiringi suasana, serta ada pula lomba menangkap itik di sungai yang menambah keceriaan acara.

Taufik Ikram Jamil, tokoh adat Melayu Riau, menjelaskan bahwa Petang Megang adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman dulu. Meskipun dia tidak bisa memastikan kapan tradisi ini dimulai, dia menyatakan bahwa Petang Megang merupakan bagian dari budaya Melayu Riau untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat suci dan penuh kegembiraan. Tradisi ini, menurut Taufik, memiliki makna mendalam, yakni untuk mensucikan diri secara fisik dan spiritual sebelum memulai ibadah puasa.

"Petang Megang artinya mandi jelang petang. Dalam tradisi ini, satu hari sebelum puasa, warga akan menyucikan diri dengan mandi bersama di sungai atau di rumah menggunakan air yang dicampur dengan bunga dan jeruk nipis. Ini adalah cara kami menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh semangat," kata Taufik.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang ikut serta dalam tradisi ini, Petang Megang menjadi salah satu momen penting dalam budaya masyarakat Melayu Riau dalam menyambut Ramadan, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi dan merayakan kebersamaan sebelum menjalankan ibadah puasa.

 

 

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network