Silaturahmi Keummatan di Pekanbaru: Membaca Geopolitik, Menemukan Relevansi Baru
Perubahan harga komoditas, energi, kebijakan perdagangan, investasi, teknologi dan rantai pasok global dapat menciptakan peluang sekaligus tekanan bagi masyarakat Riau.
Karena itu, persoalan Riau tidak cukup dibaca semata sebagai persoalan lokal. Riau perlu dilihat sebagai bagian dari peta strategis Indonesia dan Asia Tenggara. Perubahan geopolitik dunia perlu diterjemahkan menjadi pertanyaan konkret mengenai energi, pangan, ekonomi, teknologi dan masa depan generasi muda.
Dari sinilah geopolitik menjadi salah satu pintu untuk menemukan relevansi baru gerakan keummatan.
Relevansi baru tidak dimaknai sekadar mengganti cara lama dengan cara baru, tetapi menemukan hubungan antara nilai yang diyakini, perubahan realitas dan tindakan yang dibutuhkan.
Jika energi menjadi arena kompetisi global, apa peluang Indonesia? Jika pangan menjadi isu strategis, bagaimana ketahanan dibangun? Dan jika teknologi menjadi sumber kekuatan baru, bagaimana generasi muda mengambil posisi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membawa geopolitik dari isu yang terasa jauh menjadi persoalan yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Silaturahmi keummatan tersebut pada akhirnya menempatkan geopolitik sebagai salah satu pintu untuk membaca masa depan gerakan keummatan. Dunia berubah, peta kekuatan berubah, teknologi mengubah kehidupan dan generasi baru tumbuh dengan pengalaman yang berbeda.
Membaca dunia, memahami pertarungan geopolitik, melihat posisi Indonesia, membaca peluang Riau, menyiapkan generasi, lalu mengubah kegelisahan menjadi aksi menjadi rangkaian gagasan dalam pencarian relevansi baru tersebut.
Editor : Suriya Mohamad Said