Silaturahmi Keummatan di Pekanbaru: Membaca Geopolitik, Menemukan Relevansi Baru
Menurutnya, relevansi baru dapat dimulai dari kegelisahan umat, termasuk kegelisahan mengenai keberlanjutan perjuangan ketika generasi yang memulainya terus bertambah usia.
Kegelisahan tersebut perlu dijawab dengan menyiapkan generasi baru yang tidak hanya meneruskan perjuangan, tetapi juga mampu membaca dunia yang berbeda. Regenerasi bukan sekadar pergantian orang, melainkan regenerasi cara berpikir agar nilai dan gagasan yang diperjuangkan tetap relevan dengan persoalan zaman.
Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya memahami perubahan geopolitik dunia. Konflik di berbagai kawasan, persaingan kekuatan besar, perubahan jalur perdagangan, perebutan sumber energi, perkembangan teknologi strategis dan perubahan hubungan antarnegara tidak berhenti di batas negara. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat melalui harga energi, pangan, perdagangan, lapangan pekerjaan, teknologi hingga arah pembangunan nasional.
Karena itu, memahami geopolitik bukan sekadar mengetahui siapa yang berkonflik dengan siapa, tetapi memahami ke mana dunia bergerak, kepentingan apa yang sedang bertarung dan bagaimana posisi Indonesia.
Ahmad Zainuddin menekankan bahwa Indonesia memiliki modal strategis besar, mulai dari posisi geografis, jumlah penduduk, sumber daya alam, pasar domestik hingga potensi ekonomi.
Editor : Suriya Mohamad Said