get app
inews
Aa Text
Read Next : Terjebak Banjir di Rumbai Timur, Sejumlah Anak Dievakuasi

Atasi Banjir Klasik, Pemkot Pekanbaru Terjunkan Ekskavator Amfibi Keruk Sungai Sail

Kamis, 16 Juli 2026 | 16:51 WIB
header img
Pembersihan di Sungai Sail Untuk Atasi Banjir di Pekanbaru (Foto ist)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang kerap merendam pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), program normalisasi skala besar kembali digulirkan secara masif di sepanjang aliran Sungai Sail.

Langkah taktis ini diambil untuk mengembalikan fungsi optimal sungai yang menyempit akibat pendangkalan menahun. Satu unit ekskavator amfibi raksasa milik Dinas PUPR diterjunkan langsung membelah air untuk mengeruk tumpukan sedimen pasir dan tanah di dasar sungai. Saat ini, alat berat tersebut difokuskan membedah aliran di kawasan Parit Indah, Kecamatan Bukit Raya, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengungkapkan bahwa aksi nyata di lapangan ini merupakan tindak lanjut konkret dari kolaborasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III.

"Sebelumnya, bersama Kepala Dinas PUPR dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III Provinsi Riau telah dilakukan penandatanganan MoU untuk pelaksanaan normalisasi Sungai Sail ini," ujar Edward Riansyah, Rabu (15/7/2026).

Setelah nota kesepahaman (MoU) disepakati, Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR langsung tancap gas mengerahkan armada ke titik-titik krusial sumbatan air. Pengerukan intensif ini ditargetkan mampu mendongkrak kapasitas tampung Sungai Sail secara signifikan, sehingga debit air saat hujan deras dapat mengalir lancar tanpa meluap ke daratan.

Kelancaran Sungai Sail diproyeksikan memberi dampak domino positif bagi sistem drainase pemukiman warga. Jalur pembuangan akhir yang lapang akan mencegah air mengantre di drainase lingkungan, sehingga risiko banjir di kawasan dataran rendah bisa diminimalisir.

Kendati pemerintah jor-joran menurunkan alat berat, Edward menegaskan perlunya peran serta aktif dari masyarakat demi menjaga keberlanjutan program ini.

"Kami turut mengimbau masyarakat Kota Pekanbaru agar tidak lagi menjadikan aliran drainase utama maupun drainase sekunder sebagai tempat pembuangan sampah atau limbah. Mari kita jaga alam, karena alam juga akan memberikan dampak yang baik bagi kita," pungkas Edward.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut