Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kunker ke Pulau Terluar, Kapolda Riau Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan Lewat Ekspedisi Merah Putih
Advertisement . Scroll to see content

Mekar di Tengah Tantangan, Bayi Gajah Tesso Nilo Dinamai Nona Seroja

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:19 WIB
  • author Nanda
Mekar di Tengah Tantangan, Bayi Gajah Tesso Nilo Dinamai Nona Seroja
Anak Gajah Lahir di Taman Nasional Tesso Nillo (Foto Ist)

PELALAWAN,iNewsPekanbaru.id — Di balik kanopi hijau Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang lebat, sebuah senyum merekah dari Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Di tangannya, ia memegang papan kayu kecil, sementara di hadapannya seekor bayi gajah betina yang lincah mengendus-endus tanah. Di balik papan tersebut tertulis nama yang dipilih oleh sang jenderal: “Nona Seroja”. Momen ini, seperti yang tertangkap dalam potret di atas, bukan sekadar pemberian nama biasa, melainkan sebuah simbol harapan baru yang tumbuh di tengah lumpur tantangan konservasi gajah Sumatera.

Bagi Irjen Herry, yang juga merupakan ayah angkat bagi populasi gajah Sumatera di Riau, penamaan ini bukanlah hal yang ringan. “Sebelum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan,” katanya Kamis (11/6/2026).

Pilihan nama “Seroja” sendiri diambil dari bunga teratai yang memiliki filosofi mendalam bagi Kapolda. “Bunga seroja itu tumbuh dari lumpur yang keruh, tetapi mampu mekar dengan bersih, indah, dan menawan di atas permukaan air,” jelas Herry. “Sama seperti itu, anak gajah ini lahir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Tesso Nilo, namun kehadirannya membawa harapan baru. Nona Seroja melambangkan kemurnian, ketahanan, dan keindahan.”

Bagi masyarakat di sekitar Tesso Nilo, kehadiran Nona Seroja menjadi secercah cahaya setelah serangkaian duka akibat konflik dan perburuan gajah. “Hari ini Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini simbol bahwa harapan untuk menjaga kelestarian Tesso Nilo masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama,” lanjut Kapolda dengan penuh haru.

Pemberian nama ini juga menjadi momen krusial untuk menegaskan komitmen Polda Riau dalam melindungi habitat Nona Seroja. Kapolda Herry Heryawan tidak hanya memberikan nama, tapi juga memperkuat langkah penegakan hukum melalui pendekatan “Green Policing” dan “Green Financial Crime.” Ia menegaskan bahwa kejahatan terhadap satwa liar tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Kami tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga akan mengikuti aliran uangnya,” tegasnya. Melalui instrumen Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Polda Riau berkomitmen memutus rantai perdagangan gading gajah sampai ke akar-akarnya.

Di balik senyum tulus Kapolda di samping Nona Seroja, terselip pesan kuat bahwa pelestarian alam adalah bagian integral dari keamanan dan keberlanjutan hidup masyarakat. Nona Seroja, si kecil bunga teratai yang tumbuh di tengah keruhnya tantangan, adalah saksi hidup bahwa harapan untuk masa depan gajah Sumatera di Riau tidak akan pernah padam.

Editor: Banda Haruddin Tanjung

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut