get app
inews
Aa Text
Read Next : 18 Karyawan PT RAPP Diperiksa Atas Kasus Pembunuhan Gajah, Total 33 Saksi yang Diperiksa

Karhutla Riau, 900 Hektare Lahan di Pelalawan dan Bengkalis Terbakar

Rabu, 01 April 2026 | 20:29 WIB
header img
Karhutla di Riau Terus Meluas Terutama di Bengkalis dan Pelalawan (Foto ist)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id - Tim Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga wilayah Provinsi Riau pada Rabu (1/4/2026).

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa saat ini fokus penanganan terbagi dalam tiga klaster utama, yaitu Rupat Utara, Dumai Kota, dan Pelalawan. Selain operasi darat, petugas juga mendapat dukungan penuh dari Satgas Udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi pemadaman hari ini masih difokuskan di beberapa titik yang terbagi dalam tiga klaster utama. OMC terus dijalankan untuk memastikan potensi awan dapat dimaksimalkan menjadi hujan di sejumlah titik kebakaran guna membantu proses pemadaman, jelas Ferdian.

Pada klaster Rupat Utara, pemadaman dilakukan di Desa Titi Akar dan Teluk Lecah. Sebanyak tiga regu Manggala Agni dikerahkan ke lokasi ini, yang didatangkan dari Daops Dumai, Sarolangun (Jambi), serta Musi Banyuasin (Sumatera Selatan).

Sementara itu, untuk klaster Dumai Kota, tim Manggala Agni Daops Dumai kini memasuki tahap mopping up atau pendinginan. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada sisa api atau bara di dalam tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kondisi serupa terlihat di klaster Pelalawan, tepatnya di Desa Merbau, Kecamatan Bunut. Satu regu dari Daops Rengat bersama tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan setempat juga tengah berjibaku melakukan proses pendinginan lahan.

Berdasarkan estimasi lapangan menggunakan perangkat GPS, luas lahan terbakar di Desa Titi Akar diperkirakan mencapai sekitar 200 hektare. Sementara itu, kebakaran di Desa Merbau, Pelalawan, diperkirakan mencapai 700 hektare. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit, tambah Ferdian.

Ferdian menekankan bahwa sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Karhutla daerah melalui modifikasi cuaca akan terus dipertahankan guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di wilayah terdampak.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut