Wakapolda Riau Tegaskan akan Pecat Anggota yang Terlibat Narkoba
PEKANBARU, iNewsPekanbaru - Wakapolda Riau yang baru saja dilantik, Brigjen Pol Hengki Haryadi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat disiplin internal di jajaran Polda Riau. Pada hari pertama menjalankan tugas, ia langsung menaruh perhatian serius pada laporan keterlibatan oknum anggota dalam kasus narkoba. Ia menyatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kesalahan fatal yang tidak dapat ditoleransi karena mencederai kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan penuh perjuangan.
Menurut Hengki, penyalahgunaan narkoba di dalam institusi adalah ancaman nyata terhadap marwah Polri. Ia berencana menerapkan pola kepemimpinan situasional, yang mana ia bisa menjadi sosok pengayom sekaligus pemberi sanksi yang tegas bagi anggota yang melanggar aturan. Baginya, ketegasan bukan berarti tidak sayang, melainkan bentuk kepedulian untuk menjaga masa depan institusi agar tetap bersih dan profesional.
Sebagai daerah strategis, Riau dinilai memiliki tantangan besar karena kerap menjadi pintu masuk kejahatan transnasional, mulai dari perdagangan orang hingga penyelundupan narkoba. Hengki menyoroti bahwa salah satu ciri kejahatan lintas negara adalah upaya mereka merekrut petugas untuk memuluskan aksi kriminal. Sebagai langkah antisipasi, ia meminta agar setiap anggota yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba segera diberhentikan tidak dengan hormat atau dipecat, tanpa ada keraguan sedikit pun.
Kebijakan tegas ini selaras dengan upaya besar untuk mendukung visi dan misi Presiden, Kapolri, serta Polda Riau dalam menciptakan aparat penegak hukum yang berintegritas tinggi. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menyeluruh dalam menjaga keamanan di Bumi Lancang Kuning agar terbebas dari pengaruh buruk peredaran gelap narkotika.
Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Brigjen Pol Hengki Haryadi memastikan akan bekerja dalam satu komando yang solid di bawah Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Ia menegaskan pentingnya keselarasan langkah antara pimpinan dan staf agar tidak terjadi gesekan internal, sehingga tugas pokok Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat Riau dapat berjalan secara efektif dan maksimal.
Brigjen Hengki Haryadi sendri dilantik pada 14 Januari 2026 menggantiikan Brigjen Pol Jossy yang pindah menjadi Wakapolda Kalimantan Timur (Kaltim)
Editor : Banda Haruddin Tanjung