Kabar Duka Riau, Mantan Bupati Siak Arwin AS Berpulang di Usia 73 Tahun

Nanda
Mantan Bupati Siak Arwin AS Berpulang (Foto Saat Bupati Siak Afni Z Mengunjungi Almarhum Saat Sakit Beberapa Waktu Lalu/ist)

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id — Provinsi Riau berduka. Mantan Bupati Siak, dua periode yang dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Kabupaten Siak, H. Arwin bin Ahmad Saruji (Arwin AS), tutup usia.

Almarhum berpulang pada usia 73 tahun di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 07.28 WIB, setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Thamrin, samping SMK Labor, Kecamatan Sail, Pekanbaru.

Kehilangan mendalam dirasakan oleh banyak pihak, salah satunya Bupati Siak Afni Z, yang memiliki kedekatan emosional dan perjalanan panjang bersama almarhum. Bagi Afni, Arwin AS bukan hanya sekadar mentor politik, tetapi sosok ayah yang membimbingnya sejak muda hingga mendampinginya maju sebagai kepala daerah di saat-saat penuh keraguan dari banyak orang.

"Beliau yang membimbing saya sedari muda, memberi asa pada si miskin ini, hingga setia sepenuh jiwa raga memberi dukungan maju sebagai Bupati, di saat tak banyak orang percaya," ujar Afni mengenang.

Di mata Afni, almarhum adalah pejuang tangguh yang tidak pernah meninggalkan orang-orang di sekitarnya dalam situasi sulit. Dukungan itu terus mengalir bahkan hingga di masa-masa akhir hidup sang tokoh sepuh tersebut.

"Beliau bersama berjuang dan memperjuangkan. Beliau tak setapak pun pernah meninggalkan saya sendirian. Tidak pernah. Bahkan dalam sakitnya, beliau memberi saya semangat untuk kuat, kuat, kuat dan jangan menyerah," kenangnya dengan suara bergetar.

Afni menceritakan pesan-pesan terakhir yang terus diulang oleh Arwin AS di setiap kesempatan, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Pesan itu kini menjadi amanat berat yang harus diembannya untuk memimpin Kabupaten Siak.

"'Kau Afni anakku... jangan pernah mundur. Jaga Siak. Kutitip Siak. Berjuanglah. Jangan menyerah,' berulang-ulang. Berulang-ulang. Berulang-ulang di tiap pertemuan," tutur Afni menirukan pesan almarhum.

Kenangan haru juga tersimpan dari pertemuan terakhir mereka di rumah sakit. Saat itu, Arwin AS bahkan meminta agar momen kebersamaan mereka diabadikan melalui rekaman video sebagai bentuk motivasi terakhir. Di sisa tenaganya, almarhum masih berpesan tentang pentingnya memperjuangkan hak-hak masyarakat Siak tanpa rasa gentar.

"Jikalah sehat, aku pun akan ikut berdiri bersamamu di depan Istana meminta hak-hak Siak itu. Jangan lupa pakai baju putih, baju Bupati-mu itu. Doa dan dukungan rakyat pasti bersamamu," ucap Afni mengulang perkataan almarhum, yang mengenang perjuangan masa lalu saat mendirikan Jembatan Siak.

Kepergian Arwin AS meninggalkan duka dan rasa kehilangan yang besar bagi masyarakat Riau dan Siak. Kendati demikian, jejak pembangunan dan semangat perjuangan yang telah ditanamkan almarhum akan terus menjadi fondasi bagi tanah istana.

"Ayahnda H. Arwin bin Ahmad Saruji, jasamu pada Siak terpancang dan terpampang. Dan kami ditinggalkan saat lagi butuh-butuhnya penopang untuk kuat berjuang. Terasa gamang, terasa runtuh dan hilang. Tapi Ayahnda selalu bilang, 'Kau kuat anakku... kau kuat...'," pungkas Afni.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network