PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau selama beberapa pekan terakhir. Kendati beberapa titik api sempat berhasil dipadamkan oleh tim satgas gabungan, munculnya titik panas baru membuat perjuangan melumpuhkan si jago merah masih terus berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKPI) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, api tersebar di beberapa lokasi dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Dari hasil akumulasi seluruh titik kebakaran aktif maupun yang dalam proses penanganan, total luas lahan yang terbakar di Riau saat ini mencapai 783 hektare (Ha).
Luasan tersebut tersebar di delapan wilayah, meliputi Sei Guntung di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir seluas 434 hektare; kawasan Kerumutan di Kabupaten Pelalawan seluas 300 hektare; Pangkalan Libut di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis seluas 20 Ha; Pagaruyung Tapung di Kabupaten Kampar seluas 10 Ha; Pangkal Baru di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar seluas 8 Hektare; Rimbo Panjang di Kabupaten Kampar seluas 4,5 hektare; Mengkapan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak seluas 3,5 hektare; serta Penyaguan di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu seluas 3 hektare.
Ferdian Krisnanto mengungkapkan bahwa tim Satgas Karhutla menghadapi tantangan berat akibat gelombang musim kemarau dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Riau. Karakteristik lahan gambut yang mengering disertai minimnya pasokan air menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan. Banyak sumber air di sekitar lokasi kebakaran yang mulai surut dan mengering, sehingga menyulitkan pemadaman darat. Kondisi ini kerap memicu api muncul kembali (re-ignition) dari bawah permukaan tanah meskipun bagian atasnya terlihat sudah padam.
Menanggapi kendala akses dan ketersediaan air darat di lokasi-lokasi kritis seperti Kerumutan dan Kateman, operasi pemadaman difokuskan melalui jalur udara. Helikopter penyiram air (water bombing) dikerahkan secara intensif untuk memborbardir titik api yang sulit dijangkau. Selain itu, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau penyemaian hujan buatan juga terus dimaksimalkan untuk memicu curah hujan serta membasahi kembali lahan gambut yang rawan terbakar.
"Untuk lokasi kebakaran di Mengkapan, Kabupaten Siak, situasinya kini dilaporkan sudah mulai tersekat dan petugas bersiap melakukan proses pendinginan total (mopping up). Personel gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus bersiaga penuh di lapangan guna mengantisipasi penyeberangan api dan munculnya titik panas baru," kata Ferdian Krisnanto Kamis (20/8/2026).
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
