Akhir Hayat Sang Pahlawan Nasional
"Setelah merumahkan kekuasaannya dan mengabdi sebagai rakyat biasa, Sultan melanjutkan hidupnya dengan amat bersahaja. Beliau menikah kembali dengan seorang wanita yang telah memiliki anak, hidup jauh dari gemerlap kemewahan istana yang dulu dipimpinnya," tutur Taufik.
Sultan Syarif Kasim II mengembuskan napas terakhir di Rumbai, Pekanbaru, pada 23 April 1968 di usia 74 tahun. Atas pengorbanan tanpa tanding dan ketulusan jiwanya membesarkan Republik, Pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 1998 (Keppres No. 109/TK/1998). Sebuah penghormatan tertinggi bagi penguasa yang rela memiskinkan harta pribadinya demi memastikan bangsanya kaya akan kemerdekaan.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
