Buntut Pelarian Napi Narkoba yang Dikawal 3 Sipir, Kepala Lapas Pekanbaru Dicopot

Nanda
Kalapas Pekanbaru Yuliato Dicopot Buntut Tahanan Kabur (Foto Dokumen Lapas Pekanbaru)

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Kasus narapidana kasus narkoba yang melarikan diri meski di kawal 3 petugas berbuntut panjang. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto dicopot dari jabatannya.

Sanksi tegas ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Sianturi. Setelah kurang lebih 10 bulan mengomandani Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto kini "dibuang" dan dipindahtugaskan ke wilayah Sulawesi Barat.

"Benar, dimutasi. Jauh mutasinya, ke Sulawesi Barat," ujar Rudy saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Jabatan Kalapas Pekanbaru kini resmi diambil alih oleh Eko Ari Wibowo. Kedua pejabat tersebut saling tukar posisi, di mana Yuniarto mengisi posisi yang ditinggalkan Eko di Sulawesi Barat.

Rudy menegaskan, pergeseran jabatan ini murni tindak lanjut atas rekomendasi Kanwil Ditjenpas Riau pasca-insiden kaburnya warga binaan. Kendati demikian, wewenang eksekusi pencopotan berada penuh di tangan kementerian pusat.

"Setelah hasil pemeriksaan internal selesai, berkas langsung kita kirim ke pusat. Keputusan akhirnya ada di Ditjenpas," jelasnya.

Gelombang "bersih-bersih" tak berhenti di tingkat pimpinan. Kepala Kesatuan Pengamanan Pemasyarakatan (KPLP), Febri Sadam, turut dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Vezanol Kosuma.

Sementara itu, nasib tiga sipir yang mengawal napi tersebut kini berada di ujung tanduk. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif dan terancam dijatuhi sanksi disiplin berat hingga pemecatan.

"KPLP sudah diganti, dan seluruh pihak terkait masih diperiksa di Kanwil. Untuk tiga petugas pengawal, kami rekomendasikan sanksi berat. Ini bentuk konsekuensi logis—Kalapas dan KPLP harus bertanggung jawab atas kelalaian bawahannya," tegas Rudy.

Diberitakan sebelumnya, pelarian berencana ini dilancarkan oleh ISD, narapidana kasus narkotika yang tengah menjalani masa hukuman 10 tahun penjara. ISD nekat meloloskan diri saat diizinkan keluar untuk berobat ke rumah sakit pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Memanfaatkan celah waktu luang saat menunggu kedatangan dokter, ISD melancarkan siasat licik dengan membujuk ketiga pengawalnya untuk mampir ke rumah pribadinya. Di sanalah, memanfaatkan kelengahan petugas, narapidana yang baru mengabdi tiga tahun masa tahanan tersebut menghilang tanpa jejak dan kini resmi masuk DPO tim gabungan.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network