Takluk dari Kunlavut, Jonatan Christie Tersingkir di Malaysia Open 2026

Andika Rachmansyah , iNews.id
Jojo Tersingkir di Malaysia Open 2025 (Foto PBSI)

KUALA LUMPUR,iNewsPekanbaru.id – Harapan Indonesia untuk mengirimkan wakil tunggal putra ke partai puncak Malaysia Open 2026 harus pupus. Bertanding di Axiata Arena, Sabtu (10/1/2026) siang, Jonatan Christie (Indonesia) terpaksa mengakui keunggulan juara dunia, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor 16-21, 16-21.

Tikungan Tajam di Gim Pertama
Jonatan sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Pemain yang kini menempuh jalur profesional (non-Pelatnas) tersebut langsung tampil agresif dan sempat memimpin 7-5. Penempatan bola yang presisi membuat Kunlavut sempat kesulitan mengembangkan permainan di awal set.

Namun, Kunlavut Vitidsarn menunjukkan kelasnya sebagai pemain bertahan terbaik dunia. Perlahan tapi pasti, wakil Thailand itu mulai mendikte ritme permainan dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 11-10 saat interval. Selepas jeda, Jonatan terus berupaya mengejar dan menipiskan jarak menjadi 14-15. Sayangnya, rentetan kesalahan sendiri di poin kritis membuat gim pertama ditutup untuk kemenangan Kunlavut, 16-21.

Dominasi "The Thai Boi" Berlanjut
Memasuki gim kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Adu reli panjang menjadi sajian utama di tengah riuhnya penonton di Axiata Arena. Jonatan berusaha keras mengimbangi kecepatan Kunlavut, namun ia kembali tertinggal tipis 10-11 di jeda interval.

Usai istirahat, agresivitas Kunlavut semakin sulit diredam. Pemain Thailand itu tampil sangat solid dalam bertahan dan mematikan dalam serangan balik, yang membuat Jonatan tertinggal jauh 14-19. Meski sempat memberikan perlawanan di penghujung laga, Jonatan akhirnya harus menyerah dengan skor yang sama, 16-21.

Hasil Akhir: Thailand ke Final, Indonesia Gigit Jari
Dengan hasil ini, Kunlavut Vitidsarn berhak melaju ke babak final Malaysia Open 2026 dan akan menunggu pemenang dari laga semifinal lainnya. Bagi Jonatan Christie, kegagalan ini menjadi bahan evaluasi penting untuk turnamen berikutnya, meski pencapaiannya hingga babak semifinal di turnamen level Super 1000 ini tetap patut diapresiasi.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network