Riau Masih Diselimuti Asap, Warga Sakit dan Sekolah Diliburkan Lagi
PEKANBARU. iNewsPekanbaru.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Riau. Bencana tahunan ini berdampak luas terhadap masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga terganggunya aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Atas kondisi tersebut, warga memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan kabut asap ini. Apalagi sebelumnya, Presiden Prabowo sempat memimpin rapat penanganan karhutla secara langsung di Riau.
"Tolong Pak Presiden, mengapa asap di Riau tidak kunjung hilang? Bukankah Bapak kemarin sudah ke sini?" keluh Abdullah (40), warga Panam, Pekanbaru, Selasa (6/10/2026).
Dampak buruk kabut asap juga dirasakan langsung oleh warga lainnya. "Kami sekeluarga ada yang batuk, pusing, hingga sesak napas karena asap ini. Jadi tolong Pak Presiden," ujar Devi, warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Berdampak pada Aktivitas Belajar Mengajar
Pekatnya kabut asap hari ini turut mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sejumlah pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah tegas dengan meliburkan sekolah atau mengalihkan proses belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan tersebut diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuansing. Kedua pemda memindahkan proses belajar ke rumah lantaran kualitas udara sudah masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.
"Lihatlah Pak Presiden, sudah sering sekali anak-anak tidak bisa bersekolah karena asap. Mau sampai kapan kondisi seperti ini terus berulang?" keluh Susanti, warga Sialang Munggu, Pekanbaru.
Editor: Banda Haruddin Tanjung