Presiden Prabowo Pulang, Kualitas Udara Pekanbaru Tembus Level Berbahaya
PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id — Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk hingga mencapai kategori berbahaya akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (25/8/2026). Kondisi ini terjadi sehari setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyelesaikan kunjungan kerjanya di Provinsi Riau.
Berdasarkan data pemantauan IQAir pada Selasa pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Pekanbaru melonjak hingga angka 427. Polutan utama tercatat berupa partikel mikro PM2,5 yang berisiko tinggi terhadap kesehatan saluran pernapasan manusia.
Spesialis Paru, dr. Indra Yovi, Sp.P (K), mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
"Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat diwajibkan menggunakan masker berstandar medis," ujar Yovi.
Ia merekomendasikan penggunaan masker tipe N95 yang memiliki efisiensi penyaringan hingga 95 persen terhadap partikel mikro dan polutan berbahaya.
Peningkatan pencemaran udara ini merupakan dampak dari maraknya karhutla di sejumlah wilayah Riau. BMKG mengonfirmasi bahwa 447 titik panas (hotspot) terdeteksi di Riau pada Selasa pagi. Jumlah ini menempatkan Riau sebagai daerah penyumbang titik panas terbanyak kedua di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan.
Prakirawan BMKG, Bella R. Adelia, menjelaskan bahwa sebaran titik panas tertinggi berada di dua wilayah utama. "Konsentrasi titik panas paling signifikan berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 174 titik dan Indragiri Hilir 159 titik," kata Bella.
Sementara itu Dinas Pendidikan Pekanbaru juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan siswa dan belajar melalui daring sejak 24 Agustus 2026.
Editor : Banda Haruddin Tanjung