Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BSP dan Pertagas Perkuat Sinergi Pasokan Gas untuk Keandalan Operasional
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai, Menkeu Sampaikan Duka Mendalam

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:57 WIB
  • author Nanda
Korban Tewas Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai, Menkeu Sampaikan Duka Mendalam
Satu Korban Pompong Tenggelam di Siak Ditemukan Meninggal Dunia Merupakan Pegawai Bea Cukai Pekanbaru (Foto ist)

SIAK,iNewsPekanbaru.id — Identitas korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya kapal pompong di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, akhirnya terungkap. Korban yang sebelumnya dievakuasi dalam kondisi wafat tersebut dikonfirmasi merupakan pegawai dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa jajarannya tersebut. Ia menyatakan, atas nama pribadi dan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya, Aditya Waskita Jauhari, pelaksana pada KPPBC TMPB Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Saya atas nama pribadi dan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Aditya Waskita Jauhari, pelaksana pada KPPBC TMPB (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujar Menkeu Purbaya, Rabu (8/7/2026).

Kecelakaan laut ini terjadi pada Selasa (7/7/2026) di sekitar kapal MV Himala, Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau. Kapal pompong yang ditumpangi korban bersama rekan-rekannya sedianya digunakan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan draft survey di kapal MV Himala.

Namun, arus kuat di lokasi pelabuhan membuat kapal pompong tersebut kehilangan kendali. Pompong malang itu terseret ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar di sisi MV Himala hingga akhirnya tenggelam. Informasi kecelakaan ini pertama kali dilaporkan oleh pihak Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra kepada Kantor SAR Pekanbaru.

Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian intensif di lapangan. Hingga saat ini, tercatat tiga orang penumpang dilaporkan selamat, satu korban meninggal dunia telah dievakuasi, dan tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Untuk memaksimalkan operasi, sebanyak sepuluh personel rescue dikerahkan ke lokasi yang berjarak sekitar 103 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru. Fokus operasi hari ini dikonsentrasikan di sekitar lokasi terakhir kapal terlihat dengan menggunakan metode pencarian di permukaan air. Selain itu, jika kondisi cuaca dan arus bawah laut memungkinkan, tim SAR juga akan menerjunkan tim penyelam guna menyisir area bawah air demi mempercepat proses penemuan korban.

Pihak Kantor SAR Kelas A Pekanbaru terus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur terkait di lapangan untuk memaksimalkan upaya penyelamatan. Budi Cahyadi menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban, dengan harapan tiga korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan. 

 

Editor: Banda Haruddin Tanjung

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut