get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Kampar Beri Nama Putranya Ali Khamenei, Kedubes Iran Langsung Sambangi Kediamannya

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Trump Pilih Opsi Blokade Berkepanjangan Ketimbang Operasi Militer

Rabu, 29 April 2026 | 18:58 WIB
header img
Selat Hormuz Diblokade Amerika dan Iran (Foto ist)

WASHINGTON,iNewsPekanbaru.id -   Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meruncing setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan jajaran penasihatnya untuk mempersiapkan blokade jangka panjang terhadap Iran. Langkah agresif ini menyasar pelabuhan-pelabuhan strategis di Selat Hormuz dengan tujuan melarang seluruh aktivitas keluar-masuk kapal secara total.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal yang mengutip sumber internal pemerintahan, Trump menganggap kebijakan blokade ini sebagai opsi yang paling masuk akal. Baginya, melanjutkan operasi militer secara terbuka atau justru mundur dari konflik dianggap jauh lebih berisiko dibandingkan melakukan pengepungan maritim.

Pihak Gedung Putih melalui Wakil Sekretaris Pers Anna Kelly mengonfirmasi strategi tersebut. Ia menyatakan bahwa blokade ini merupakan instrumen utama bagi Amerika Serikat untuk mendapatkan daya tawar maksimal terhadap otoritas Iran. Kelly menegaskan bahwa sang presiden hanya akan menyetujui kesepakatan damai yang mampu menjamin keamanan nasional negaranya tanpa kompromi.

Situasi diplomatik saat ini berada di titik nadir setelah putaran pertama perundingan damai yang digelar di Pakistan pada 11-12 April lalu berakhir buntu. Dua poin krusial yang menjadi batu sandungan adalah keberlanjutan program nuklir Iran dan tuntutan penghapusan blokade Selat Hormuz. Iran secara terbuka menyatakan tidak akan kembali ke meja runding selama akses pelabuhan mereka masih ditutup oleh militer Amerika Serikat.

Krisis ini merupakan eskalasi dari serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan menghancurkan banyak infrastruktur penting dan merenggut lebih dari 3.300 nyawa warga sipil.

Meskipun saat ini sedang berlaku masa gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April, statusnya tetap berada di ujung tanduk. Trump memang telah memperpanjang masa gencatan senjata tersebut untuk waktu yang tidak ditentukan, namun ia memberikan syarat ketat agar Iran segera menyerahkan proposal perdamaian terpadu. Hingga kini, proses dialog masih belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang berarti.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut