Iran Hancurkan Pesawat Intai AS Senilai Rp4,6 T di Arab Saudi, 12 Personel Terluka
TEHERAN,iNewsPekanbaru.id – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran dilaporkan berhasil menghancurkan aset udara strategis milik Amerika Serikat, Boeing E-3 Sentry AWACS. Pesawat mata-mata canggih seharga 270 juta dolar AS atau setara Rp4,6 triliun tersebut hantam saat sedang terparkir di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, Minggu (29/3/2026).
Laporan dari berbagai media Amerika Serikat serta foto-foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi pesawat pengintai tersebut dalam keadaan rusak berat. Ledakan hebat tidak hanya melumpuhkan unit utama, tetapi juga merusak sejumlah jet tempur lain yang berada di area parkir sekitarnya.
Majalah Air & Space Forces menyebutkan bahwa kerusakan yang dialami Boeing E-3 Sentry AWACS tersebut kemungkinan besar bersifat permanen.
"Kerusakan pada pesawat kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki lagi," tulis laporan tersebut dalam kutipannya hari ini.
Analisis dari sumber intelijen terbuka (Open Source Intelligence) bahkan melabeli kehancuran pesawat ini sebagai "kerugian total" (total loss). Selain kehilangan alutsista bernilai fantastis, serangan mendadak ini juga dilaporkan melukai sedikitnya 12 personel militer Amerika Serikat yang berada di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) masih memilih untuk tutup mulut. Belum ada keterangan resmi maupun konfirmasi mendetail mengenai kronologi serangan ataupun dampak kerusakan total terhadap pesawat bernilai tinggi tersebut.
Kehancuran E-3 Sentry ini menjadi pukulan telak bagi sistem pengawasan udara AS di kawasan tersebut, mengingat peran vital pesawat ini sebagai "mata di langit" yang mampu mendeteksi ancaman dari jarak jauh. Situasi di kawasan kini kian memanas seiring dengan belum adanya pernyataan balasan dari pihak Washington.
Editor : Banda Haruddin Tanjung