Gandeng PDRM, Kapolda Riau Persempit Ruang Gerak Teroris dan Bandar Narkoba
PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Demi memitigasi ancaman kejahatan lintas batas, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyambangi sejumlah satuan elit Polis Diraja Malaysia dalam rangkaian kunjungan kerja pada 6-8 April 2026.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut melibatkan unit-unit krusial seperti Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, hingga unit counter terrorism E8.
Agenda utama yang dibahas mencakup mekanisme pertukaran informasi intelijen dan analisis nomor telepon internasional untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba dan terorisme yang kerap memanfaatkan jalur lintas negara.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Kapolda Riau, dalam keterangannya, Kamis (9/4).
Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara.
Kemudian, Kapolres Riau juga melakukan pertemuan dengan Special Branch E3 Malaysia yang membahas isu strategis lintas negara, mulai dari narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia. Wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama kedua negara karena menjadi jalur masuk ilegal.
“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” kata Herry.
Selain isu kriminalitas, kunjungan tersebut juga membahas isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Herry menyebut, pihaknya telah melakukan langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap puluhan pelaku pembakaran hutan.
Ia juga mengajak pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama untuk melihat langsung kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.
Selanjutnya, dalam kunjungan tersebut Herry pun bertemu dengan Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing. Mereka membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.
Tak hanya itu, Herry juga bertemu dengan unit counter terrorism E8 Malaysia, yang mengungkap adanya fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan game online. Kedua pihak kemudian sepakat bekerja sama memperkuat pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi dini potensi ancaman tersebut.
“Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” ujarnya.
Akhir dari kunjungan tersebut, Herry bertemu dengan Ketua Polis Melaka DCP, Dzulkhairi Mukhtar. Kedua pihak membahas terkait pentingnya memperkuat kerja sama keamanan, penanganan karhutla, terorisme, dan kejahatan lintas negara lainnya.
Lulusan Akpol 1996 ini juga menekankan kedekatan historis dan budaya antara Riau dan Melaka sebagai modal sosial dalam membangun kolaborasi yang lebih erat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar