get app
inews
Aa Text
Read Next : Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan 26 Calon PMI Ilegal ke Malaysia

10 Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Rohil Oleh Nelayan

Selasa, 09 Desember 2025 | 22:22 WIB
header img
Penemuan 10 Mayat di Rau Diduga dari Sumut (Foto ist)

PANIPAHAN – Perairan Rokan Hilir (Rohil), Riau, dilanda misteri menyusul penemuan beruntun sepuluh jenazah laki-laki tanpa identitas oleh para nelayan setempat. Penemuan tragis ini tersebar di sekitar Pulau Jemur dan Panipahan sejak 7 November 2025 hingga saat ini.

Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP I Putu Adi Juniwinat, membenarkan bahwa seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi pembusukan berat, membuat identifikasi awal sangat sulit dilakukan.

"Kesepuluh jenazah ditemukan di wilayah laut lepas (line tanker), jalur pelayaran strategis yang berbatasan dengan perairan Sumatera Utara. Kondisinya sudah membusuk," jelas AKP Putu, Selasa (9/12/2025).

Polres Rohil menduga kuat bahwa para korban bukan berasal dari Riau. Penemuan di wilayah laut lepas yang dekat dengan perbatasan memicu spekulasi bahwa mereka adalah korban dari kecelakaan pelayaran besar di luar daerah.

Dugaan ini diperkuat oleh informasi awal dari Kecamatan Pasir Limau Kapas yang menyebut adanya laporan kapal kargo tenggelam dari Belawan serta sejumlah nelayan Tanjung Balai yang hilang.

Untuk mengungkap misteri ini, Polsek Panipahan dan Polres Rohil telah melakukan langkah intensif, termasuk koordinasi lintas sektoral dengan Puskesmas, Satuan Polisi Air, TNI AL, SAR, Basarnas, serta melakukan pemeriksaan luar jenazah dan menerbitkan visum et repertum.

"Kami juga segera berkoordinasi dengan kepolisian lintas daerah, khususnya Sumatera Utara, untuk mencocokkan data orang hilang, karena korban diduga kuat berasal dari luar Riau," tegas AKP Putu.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut