Mengenal Sosok Silvia Polwan Polres Bengkalis Yang Humanis dan Solutif Dalam Penanganan Perkara

Nanda
.
Senin, 12 September 2022 | 14:04 WIB
Pengharaan Polwan oleh Polda Riau (Foto Banda HT)

 iNews.id - Aiptu Silvia mendapat penghargaan sebagai salah satu Polwan di Polda Riau dan jajaran dalam penanganan perkara kriminalitas. Wanita yan memulai karirnya di Polda Metro Jaya sudah menangani sebanyak 113 kasus kekerasan anak dan wanita dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pengharaan yang diberikan oleh Kapolda Riau,Irjen M Iqbal tidak terlepas dari kinerja Sivli di Polsek Mandau, Polres Bengkalis dalam penanganan perkara dengan baik. Di mana apa yang dilakukan harus memberikan kenyamanan kepada korban dan bisa mencari solusi terbaik.

"Semua yang saya kerjakan itu merupakan tugas sebagai anggota kepolisian dan intruksi pimpinan saya. Saya bertugas di bagian PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Reskrim Polsek Mandau. Kasus yang banyak saya tangani itu misalnya masalah kekerasan dalam rumah tangga," kata wanita bernama lengkap Silvia Novita kepada MNC Portal Indonesia Senin (12/9/2022).

Wanita yang sudah 25 tahun tahun di Korps Bayangkara mengungkapkan, pihak kepolisian selalu mengupayakan perdamaian antara pihak pelapor dan terlapor terlebih dahulu. Itupun jika kasus yang tidak terlalu berat. Namun jika kasusnya berat maka akan ditangani dengan jalur hukum dan tetap mengedepankan profesionalitas.  

Ibu tiga anak ini menjelaskan, bahwa dirinya bersama tim mengutakan kenyamanan bagi pelapor yang mengalami permasalah keluarga yang diadukan ke pihak kepolisian. Namun jika kejahatan yang dilakukan terlapor sudah menjurus kejahatan besar tentu akan diteruskan ke hukum.

"Kan memang ada kadang masalah keluarga yang memang bisa diselesaikan dengan keluarga. Kita ini sebagai konselor (pihak mencari solusi) dan tentunya melakukan pengawasan. Kita juga mengandeng pihak eksternal seperti lembaga perlindungan anak. Banyak permasalah yang dilaporkan ke polisi jika kasusnya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Misal antara suami istri yang ingin bercerai jadi rukun kembali," ucap wanita yang sudah berdinas di Polsek Mandau dari tahun 2005 itu.

Kapolres Dumai AKBP Indra Wijatmiko mengatakan bahwa setiap anggota kepolisian harus menjadi pengoyom masyarakat. "Kita harus menjadi pelindung dan pengayom warga, harus presisi seperti kata Pak Kapolri,"ucapnya.

Selain Silvia Novita ada tiga anggota polisi lainnya yang mendapat penghargaan di HUT Polwan ke 74.  Mereka adalah AKP FebriyAnti yang menjabat sebagai PS. Kasubbag Dalops Bagops Sat Brimob yang terpilih sebagai salah satu pelatih pada Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akpol tahun 2020/2021 lalu di Akademi Militer Magelang.

Berikutnya adalah AKP Akira Ceria, yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Dumai. Dikenal aktif di media sosial dalam mendukung tugasnya berinteraksi dengan masyarakat, sehingga memberikan dampak positif terhadap citra kepolisian. Kemudian Bripda Al Fatmi Nursih,Bintara Satuan Brimob yang telah menyelesaikan tugasnya, membantu kesembuhan para pasien Covid-19.

"Saya sangat bangga, semoga ke depan, polisi wanita dapat terus berkarya dan meningkatkan eksistensinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Secara universal, kehadiran wanita dalam peran sebagai penegak hukum telah berjalan lama, bahkan sejak 1915, telah dibentuk International Association of Women Police (IAWP) sebagai wadah organisasi internasional guna memberikan pengembangan profesionalitas, mentoring, pelatihan, serta pengakuan bagi petugas penegak hukum wanita,” tegas Irjen Iqbal.

Editor : Banda Haruddin Tanjung
Bagikan Artikel Ini