PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id — Aktivitas belajar mengajar secara tatap muka untuk seluruh siswa di Kota Pekanbaru dipastikan kembali normal mulai Senin (31/8/2026). Keputusan ini diambil Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru setelah kondisi kualitas udara membaik usai sempat memburuk akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru memberlakukan kebijakan meliburkan atau mengalihkan pembelajaran menjadi daring sejak 24 Agustus 2026 lalu akibat pekatnya kabut asap yang sempat masuk dalam kategori berbahaya. Kepungan asap Karhutla di wilayah Riau ini bahkan sempat mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo yang meninjau langsung kondisi Pekanbaru.
"Besok anak-anak sekolah sudah bisa sekolah lagi," ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, usai menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Minggu (30/8/2026).
Markarius menjelaskan bahwa pemulihan aktivitas belajar tatap muka berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, hingga SMP. Pengumuman resmi penyesuaian jadwal ini akan disebarkan secara menyeluruh oleh Dinas Pendidikan.
Kebijakan kembali masuk sekolah ini juga berlaku bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Pekanbaru, H. Zulfa Hendri, melayangkan surat edaran penyesuaian pembelajaran merujuk pada Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Keagamaan Islam yang Terdampak Karhutla.
Salah satu sekolah yang siap menggelar KBM tatap muka adalah MTs Nurul Yaqin di Jalan Hangtuah Pekanbaru. Pihak sekolah mengonfirmasi telah menerima surat edaran resmi dan bersiap menyambut kembali para siswa di kelas seiring membaiknya kualitas udara Pekanbaru ke level sehat.
Meski aktivitas sekolah kembali pulih, Pemko Pekanbaru bersama Kemenag mengimbau para pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh murid untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar ruangan maupun selama perjalanan menuju sekolah demi menjaga kesehatan respirasi.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
