Namun, ketenangan menjadi kunci. Alih-alih panik, ganda Indonesia ini perlahan tapi pasti mulai mendikte balik permainan. Memanfaatkan beberapa unforced errors dari pasangan Korea, Fajar/Fikri berbalik unggul 19-16 sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan tipis 21-19.
Mental Juara Berbicara di Poin Kritis
Memasuki gim kedua, tensi pertandingan sama sekali tidak menurun. Kim/Seo yang tersudut langsung tampil agresif dan berhasil memimpin 11-9 saat interval.
Ujian mental pun tiba selepas jeda. Tertinggal dari pasangan sekalas Kim/Seo tidak membuat nyali Fajar/Fikri ciut. Lewat variasi drive cepat dan penempatan bola yang cerdik, mereka berhasil membalikkan keadaan menjadi 17-15.
Di poin-poin krusial, Fajar/Fikri tampil sangat disiplin dan kokoh dalam bertahan. Sebuah pengembalian terukur akhirnya memastikan gim kedua berakhir dengan skor 21-17.
Kemenangan ini tidak hanya membawa pulang trofi Japan Open 2026 ke tanah air, tetapi juga mengirim sinyal waspada kepada rival-rival dunia bahwa Fajar/Fikri kini siap menjadi ancaman baru yang menakutkan di sektor ganda putra.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
