PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Belakangan ini sejumlah masyarakat di Pekanbaru Riau terpaksa ngantri di SPBU termasuk ngantri di penjualan eceran. Hal ini setelah BBM non subsidi alami kenaikan yang cukup signifikan.
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan pasca-penyesuaian harga energi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan inspeksi mendadak (field monitoring) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Imam Munandar, Pekanbaru, Selasa (5/5/2026).
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan ketahanan stok (security of supply) di tengah laporan adanya antrean panjang di beberapa titik krusial di Provinsi Riau.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan bahwa fundamental stok BBM di wilayah Riau saat ini berada dalam level yang sangat aman. Sebagai langkah mitigasi, Pertamina telah meningkatkan kuota penyaluran harian untuk jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite secara signifikan.
"Kami sampaikan bahwa secara cadangan nasional untuk wilayah Riau sangat mencukupi. Terhitung sejak 1 Mei, kami telah menginstruksikan penambahan pasokan Pertalite dari semula 20 persen menjadi 50 persen di atas kebutuhan normal harian," ujar Sunardi.
Injeksi pasokan ini diharapkan menjadi solusi atas kepadatan antrean yang sempat terjadi di area Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dalam beberapa hari terakhir.
Manajemen Pertamina menyadari adanya risiko pergeseran konsumsi (shifting) dari BBM Nonsubsidi ke BBM Bersubsidi akibat fluktuasi harga global yang berdampak pada harga produk komersial. Namun, Sunardi memastikan operasional di lapangan akan tetap terjaga untuk menjamin aksesibilitas energi bagi masyarakat.
"Fokus kami adalah menjaga buffer stock di level SPBU tetap optimal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan saat melakukan pengisian," tambahnya.
Di sisi lain, untuk menjaga akuntabilitas penyaluran dan mencegah kebocoran anggaran subsidi (JBKP dan JBT), Pertamina tetap memperketat implementasi kebijakan Subsidi Tepat.
"Kami menegaskan bahwa setiap transaksi BBM Bersubsidi wajib menggunakan mekanisme QR Code melalui sistem Subsidi Tepat. Hal ini krusial agar alokasi subsidi tetap sasaran dan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah," pungkasnya.
Dengan penebalan stok mencapai 50 persen, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian secara wajar guna menjaga stabilitas distribusi di tingkat retail.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
