Dampak Karhutla Kian Parah, Korban Kabut Asap di Pekanbaru Terus Berjatuhan

Rahmad Riski
Hari Ini Kota Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap Tebal (Foto iNewsPekanbafu.id)

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Riau, kian mengkhawatirkan. Hingga Sabtu (17/10/2026), asap pekat berwarna putih kekuning-kuningan masih menyelimuti wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, memicu lonjakan jumlah warga yang jatuh sakit akibat gangguan pernapasan.

Dampak buruk paparan asap menyengat ini dirasakan langsung oleh Abdul Hadi, warga Kawasan Panam, Pekanbaru. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai agen jual beli rumah dan kendaraan tersebut bahkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat sesak napas yang parah.

"Saya sudah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Awal Bros. Badan terasa panas dingin, lemas, flu, dan sesak napas," ujar Hadi saat menjalani masa pemulihan, Sabtu (17/10/2026). Ia mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan tegas dan menuntaskan penanganan karhutla.

Keluhan senada disampaikan Raja Adil, pengusaha telur puyuh asal Jalan Cipta Karya, Pekanbaru. Ia mengaku mengalami demam tinggi dan sesak napas lantaran saban hari terpapar asap pekat, meski sudah berusaha menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Masker yang saya pakai pun sudah tidak mampu memfilter asapnya. Bukan cuma saya, paman, keponakan, adik, ibu, dan hampir seluruh keluarga besar saya ikut jatuh sakit akibat asap ini," tegas Raja penuh kekecewaan.

Kondisi memprihatinkan ini turut dirasakan Unik Susanti, warga Bunga Inem. Ia mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla sudah berulang kali dialaminya dalam kurun waktu belakangan ini.

"Badan lemas, mata perih, dan tenggorokan sakit. Kemarin saya sempat seminggu lemas, sempat sembuh tapi sakit lagi. Rasanya negara seperti tanpa pemimpin, warga dibiarkan begitu saja menderita," keluhnya.

Sementara itu, Sani, seorang pengusaha penyewaan konsol gim (rental PS), mengaku kini berjuang melawan rasa pusing, mual, muntah, hingga demam.

"Hari ini saya terkena dampak asap, semua badan terasa sakit. Sementara ini belum berobat ke rumah sakit, baru minum vitamin dan obat warung. Kalau nanti sudah tidak tahan, baru ke rumah sakit," kata Sani.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kualitas udara di Pekanbaru terus memburuk dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat secara luas. Selain mengancam keselamatan warga, pekatnya asap karhutla dalam beberapa pekan terakhir juga telah memaksa aktivitas persekolahan diliburkan guna meminimalisasi risiko paparan asap pada anak-anak.

Sementara itu Rozita petugas medis meminta warga selalu menjaga kesehatan di tengah bencana asap seperti olahraga dalam ruangan, banyak makan sayur dan buah. "Selain itu banyaklah mengkonsumsi berbagai vitamin. Jika memang sudah sakit, segera bawa ke Faskes (Fasilitas kesehatan) terdekat, " kata Rozita yang berdinas di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Provinsi Riau 

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network