5 Fakta Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru, Nomor 3 dan 5 Membagongkan

Nanda
AF Otak Pelaku Pembunuhan Terhadap Mertua di Pekanbaru Ditangkap (Foto iNewsPekanbaru.id)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Tabir gelap pembunuhan Dumaris Boru Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, akhirnya terungkap sepenuhnya. Polisi berhasil meringkus empat tersangka: AF, SL, E, dan L. Kasus ini menyita perhatian publik karena latar belakang motif dan kekejaman para pelaku yang di luar nalar.

Berikut adalah 5 fakta mengejutkan di balik kasus tersebut:

1. Otak Pelaku Adalah Menantu Sendiri

Siapa sangka, dalang di balik aksi keji ini adalah AF (Anisa Florensia), menantu kandung korban. AF tidak bekerja sendiri; ia mengajak tiga rekannya untuk menghabisi nyawa mertuanya. Dalam eksekusi tersebut, tersangka SL bertindak sebagai eksekutor utama yang menyerang korban secara membabi buta.

2. Menikah Siri dengan Eksekutor Saat Masih Berstatus Menantu

Anisa menikah dengan anak korban, Arnold, pada tahun 2022. Meskipun Arnold merupakan penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus), korban tetap menerima Anisa dengan baik. Namun, pada 2023, Anisa kabur ke Medan dan bekerja sebagai kasir SPA. Di sana, ia bertemu SL dan nekat menikah siri enam bulan lalu, padahal ia masih berstatus istri sah Arnold.

3. Masih Meminta Uang Bulanan Meski Telah Kabur

Fakta ini benar-benar menggambarkan pepatah "Air susu dibalas air tuba". Meski sudah meninggalkan suaminya, Anisa tetap menjalin komunikasi dengan korban hanya untuk meminta uang belanja. Karena rasa sayang yang besar, Dumaris rutin mengirimkan uang bulanan kepada Anisa. Tragisnya, kebaikan hati sang mertua justru dibalas dengan rencana pembunuhan demi menguasai harta benda.

4. Sempat Cium Tangan Sebelum Membantai

Kejadian pada hari eksekusi terasa sangat dingin. Anisa dan tersangka L bertamu ke rumah korban dan disambut hangat. Layaknya menantu yang rindu, Anisa sempat mencium tangan Dumaris. Untuk memancing korban, Anisa berdalih kedatangannya untuk menagih uang ojek online (ojol). Saat korban kebingungan di atas sofa, Anisa memberi kode kepada SL dan E untuk masuk. Tanpa ampun, SL menghantamkan balok kayu (bloti) ke kepala dan dada korban hingga tewas.

5. Berencana Habisi Seluruh Anggota Keluarga

Niat jahat Anisa ternyata jauh lebih mengerikan. Ia awalnya berencana menyapu bersih seluruh penghuni rumah, termasuk ayah mertuanya (Salmon Meha), suaminya sendiri (Arnold), dan adik iparnya. Beruntung, saat kejadian, hanya Dumaris yang berada di rumah sehingga anggota keluarga lainnya selamat dari maut.

Keempat pelaku kini telah mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur (menembak) dua pelaku karena mencoba melawan saat penangkapan. Para pelaku terancam hukuman berat atas pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network