Rencana Gila Menantu di Pekanbaru: Habisi Ibu Mertua, Juga Rencana Bunuh Ayah Mertua dan Suami

Rahmad Riski
AF Otak Pelaku Pembunuhan Terhadap Mertua di Pekanbaru Ditangkap (Foto iNewsPekanbaru.id)

PEKANBARU,iNewsPekanbaru.id – Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Dumaris Boru Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, menguak fakta yang jauh lebih mengerikan. AF, sang menantu yang menjadi otak intelektual di balik aksi ini, ternyata tidak hanya mengincar nyawa ibu mertuanya. Ia berencana menyapu bersih seluruh penghuni rumah tanpa sisa.

Polda Riau berhasil menggulung komplotan ini dan menetapkan empat tersangka: AF, SL, E, dan L. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa niat jahat AF sudah mendarah daging, menargetkan sang suami, ayah mertua, hingga adik iparnya sendiri dalam satu skenario maut.

Target utama AF adalah satu keluarga besar. Namun, pada hari eksekusi, takdir berkata lain. Rumah di kawasan Rumbai itu hanya menyisakan Dumaris seorang diri.

"Tersangka AF sejatinya sudah menyusun rencana untuk menghabisi suami, mertua, hingga adik iparnya. Beruntung, saat kejadian, anggota keluarga yang lain sedang tidak berada di tempat," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim, Senin (4/5/2026).

Suami korban saat itu sedang pergi mengurus pajak kendaraan, sementara Arnold (suami tersangka) dan adiknya juga tengah beraktivitas di luar. Alhasil, Dumaris menjadi sasaran tunggal kemarahan para pelaku.

Drama CCTV: Mencegat Suami di Depan Mayat Ibu

Aksi yang terjadi pada 29 April 2026 ini tergolong sangat dingin. Dumaris tewas secara tragis setelah dihantam berkali-kali menggunakan balok kayu. Ironisnya, tak lama setelah nyawa korban melayang, Arnold pulang ke rumah.

Rekaman CCTV memperlihatkan momen mencekam saat dua pelaku keluar rumah untuk mencegat Arnold yang baru tiba dengan sepeda motor. Agar aksi mereka tidak terbongkar, Arnold—yang merupakan orang dengan kebutuhan khusus—dengan mudah diperdaya. Ia diajak pergi menjauh dari rumah dengan dalih urusan mobil sewaan, sementara dua pelaku lainnya tetap di dalam rumah untuk menjarah harta benda.

Arnold kemudian "dibuang" di daerah Siak hanya dengan bekal uang Rp50 ribu, sementara para pelaku memacu kendaraan mereka untuk kabur ke arah Sumatera Utara dan Aceh sebelum akhirnya diringkus polisi.

Di balik tindakan keji ini, terselip motif klasik yang berujung maut yakni dendam dan keserakahan."Motifnya kombinasi antara sakit hati karena tersangka sering dimarahi korban, serta keinginan kuat untuk menguasai harta benda milik keluarga tersebut," jelas Kombes Hasyim.

Kini, AF dan komplotannya harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat atas pengkhianatan berdarah yang mereka lakukan terhadap keluarga sendiri.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network