Jakarta,iNewsPekanbaru.id - Dunia bulu tangkis internasional berduka setelah raja tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, secara resmi mengumumkan keputusan gantung raket di usia 32 tahun. Cedera punggung kronis yang tak kunjung pulih menjadi alasan utama sang peraih medali emas Olimpiade ini mengakhiri karier gemilangnya lebih awal.
Kabar mengejutkan tersebut disampaikan langsung oleh Axelsen melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu 15 April 2026. Meski masih berada dalam usia kompetitif, kondisi fisik yang terus menurun memaksa pemain yang dijuluki Viggo ini untuk berhenti dari level profesional.
Hari ini adalah hari yang tidak mudah bagi saya, tulis Axelsen mengawali pernyataan resminya di Instagram.
Masalah kesehatan pada bagian punggung dilaporkan telah menghantui Axelsen sejak April 2025. Selama setahun terakhir, ia berjuang keras melawan rasa sakit yang membuatnya sering absen dalam berbagai turnamen besar BWF. Padahal, sebelum badai cedera menerjang, ia merupakan sosok paling dominan yang sulit ditaklukkan di lapangan.
Karena masalah punggung saya yang berulang, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Setelah menjalani operasi endoskopi, beberapa suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala cara untuk bebas dari rasa sakit selama ini, saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya, ungkap mantan peringkat satu dunia tersebut.
Sepanjang kariernya, Axelsen telah memenangkan hampir semua gelar bergengsi yang diimpikan setiap atlet, mulai dari medali emas Olimpiade, juara dunia, hingga deretan gelar World Tour Super 1000. Namun, kegigihannya di meja operasi dan ruang rehabilitasi ternyata belum cukup untuk mengembalikannya ke bentuk performa terbaik.
Menerima situasi ini sangat sulit, tetapi saya sekarang telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan, tambah Axelsen dalam nada penuh haru.
Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era keemasan di sektor tunggal putra. Dunia kini kehilangan sosok jenius yang selama ini menjadi tolok ukur standar permainan bulu tangkis modern.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
