PELALAWAN, iNewsPekanbaru.id – Kecelakaan maut terjadi di Pelalawan menyebabkan dua orang tewas. Suasana di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10 mendadak mencekam pada Senin (12/1/2026).
Sebuah minibus Toyota Rush milik PT BPR Dana Amanah mengalami kecelakaan maut hingga terjun bebas dan tenggelam ke dalam kanal sedalam beberapa meter. Insiden tragis ini merenggut nyawa dua pegawai bank yang terjebak di dalam kabin mobil yang terbalik.
Warga dan pengendara yang melintas dibuat histeris saat melihat atap mobil berwarna silver itu perlahan menghilang tertutup air kanal yang keruh.
Evakuasi Dramatis: Korban Ditemukan Tak Bernyawa
Kepanikan memuncak sekitar pukul 12.30 WIB saat warga Desa Rantau Baru mencoba menolong korban. Dengan alat seadanya, warga bergotong royong menarik mobil yang dalam posisi terbalik ke permukaan.
Suasana haru pecah saat badan mobil mulai terangkat. Di balik kaca mobil yang retak, terlihat dua sosok manusia sudah terbujur kaku. Korban adalah Tengku Eli Yarti (40), seorang ibu dengan satu anak, serta sang sopir, Bagus Ari Firmansyah (34). Keduanya ditemukan tewas di tempat diduga akibat kehabisan oksigen saat mobil terendam air.
"Saya lewat mobil sudah masuk kanal dengan posisi terbalik. Ada dua orang di dalam sudah meninggal," ujar Marwan, salah seorang saksi mata dengan nada gemetar.
Misi Tagih Nasabah Berujung Maut
Siapa sangka, perjalanan dinas biasa ini menjadi perjalanan terakhir bagi kedua korban. Rekan kerja korban, Tengku Tari Ashari, mengungkapkan bahwa keduanya berangkat dari Pangkalan Kerinci sekitar pukul 11.00 WIB.
"Mereka sedang menjalankan tugas dinas untuk menagih kewajiban nasabah di Kecamatan Langgam," tuturnya pilu. Namun, baru 45 menit perjalanan, kabar duka justru yang sampai ke kantor.
Kecepatan Tinggi dan Gagal Menyalip
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizyan Hanafi, mengungkap penyebab mengerikan di balik kecelakaan ini. Berdasarkan hasil olah TKP, mobil dinas tersebut melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Mobil melaju kencang dari arah Kerinci menuju Langgam. Saat hendak mendahului kendaraan di depannya, mobil tiba-tiba oleng ke kanan, menghantam pembatas jalan, dan langsung terbang terjun ke parit (kanal)," tegas AKP Tatit.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
