2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas
PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id — Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., di lapangan bola Unilak, Rumbai.
PKKMB Unilak 2026 menjadi sorotan karena Unilak kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif yang menerima mahasiswa disabilitas. Selain itu, Unilak juga menerima 90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDPKS tahun 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Hadir mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, H. Erisman Yahya, M.H., memberikan apresiasinya. Menurut Erisman, Unilak telah menjadi contoh perguruan tinggi swasta yang berperan besar dalam pembangunan SDM di Riau. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru yang telah memilih Unilak untuk menimba ilmu.
Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu mengingat tujuan utama berada di perguruan tinggi, yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan.
"Mahasiswa semua berangkat dari rumah dengan niat untuk menuntut ilmu. Jangan sampai waktu selama kuliah justru banyak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat akibat pengaruh lingkungan maupun pertemanan," pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membekali diri dengan keterampilan sesuai bidang masing-masing agar memiliki kompetensi saat memasuki dunia kerja. Selain berkomitmen menyiapkan beasiswa berprestasi dan kurang mampu setiap tahunnya, Pemprov Riau juga mendukung pelaksanaan program Beasiswa Sawit dari BPDPKS.
"Alhamdulillah, sekitar 90 mahasiswa di Universitas Lancang Kuning mendapatkan Beasiswa Sawit. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini semakin memberikan semangat kepada semua untuk terus belajar. Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Unilak hari ini adalah aset daerah Bumi Lancang Kuning yang harus kita jaga dan dukung bersama," tegas Erisman Yahya.
Sementara itu, Rektor Unilak Prof. Junaidi menyampaikan rasa bangganya atas bergabungnya para mahasiswa baru. Di hadapan ribuan peserta, Prof. Junaidi memperkenalkan jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Zamzami, Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Jeni Wardi, Wakil Rektor III Dr. Hardi, serta para pimpinan fakultas.
"Unilak kini tidak hanya menjadi kampus hijau dan kampus budaya, tetapi juga kampus bersahabat (green, multikultural, friendly) yang inklusif. Kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk sahabat-sahabat disabilitas," ujar Prof. Junaidi.
Rektor juga sempat berdialog dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jawa, NTT, hingga Papua.
Rangkaian PKKMB Unilak berlangsung hangat dan meriah selama tiga hari, 7–9 Oktober 2026. Kegiatan diisi dengan berbagai program positif, seperti sosialisasi anti-narkoba, literasi anti-perundungan, pencegahan kekerasan seksual, hingga literasi keuangan dari Bank Indonesia. Sejak 2022, Unilak konsisten membuka jalur khusus disabilitas dengan menyediakan fasilitas Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas (PLPD), pendamping bahasa isyarat, serta Prodi Pendidikan Khusus.
Presiden Mahasiswa Unilak, Desman Anugrah Natahulu, turut menyambut hangat kedatangan keluarga baru tersebut. "Kami mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa baru. Terima kasih atas dukungan Rektor, Polda Riau, BNN Kota Pekanbaru, dan para mitra yang bergabung dalam menyukseskan PKKMB Unilak 2026," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus narkotika. Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga edukasi dan kepedulian bersama.
"Mahasiswa harus berani mengatakan tidak pada narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu maupun bujuk rayu pergaulan menghancurkan masa depan. Mari jadikan lingkungan kampus sebagai benteng yang sehat dalam menghadapi ancaman narkotika," pungkasnya.
Editor: Banda Haruddin Tanjung