Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DJP Riau Wujudkan Generasi Taat Pajak Lewat Bangku Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

Menhut Sebut Karhutla Riau Menurun

Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB
  • author Nanda
Menhut Sebut Karhutla Riau Menurun
Menhut Sebut Karhutla Riau Menurun (Foto Dokumen iNews.id)

BENGKALIS, iNewsPekanbaru.id – Riau secara mengejutkan berhasil mematahkan rekor kelamnya sebagai daerah paling rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada musim kemarau dan puncak El Nino tahun ini, posisi Riau justru merosot ke urutan paling buncit untuk jumlah titik panas (hotspot) di antara enam provinsi langganan karhutla di Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, saat meninjau kawasan restorasi gambut di Tanjung Leban, Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

Keberhasilan Riau keluar dari garis depan bencana kabut asap bukan sekadar faktor keberuntungan, melainkan buah dari perbaikan ekosistem di tingkat akar rumput. Lahan gambut kritis yang dulunya merupakan lokasi langganan kebakaran berulang—seperti di kawasan Tanjung Leban—kini berhasil dipulihkan melalui reboisasi tanaman endemik lokal.

Kunci utama pencegahan tersebut terletak pada pengelolaan tata air. Kesepakatan pembagian air (water sharing) di area seluas 2.400 hektare berhasil menjaga kelembapan tanah gambut agar tidak mudah terbakar saat cuaca ekstrem. Selain itu, sinergi padu antara pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI/Polri), dan masyarakat lokal membuat penanganan dini di lapangan berjalan jauh lebih efektif.

Lompatan besar ini bahkan menarik perhatian para ilmuwan dan pakar lingkungan nasional hingga internasional. Riau yang dulu menjadi episentrum kabut asap kini bertransformasi menjadi model percontohan pemulihan gambut berbasis komunitas.

Editor: Banda Haruddin Tanjung

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut