Presiden Tinjau Karhutla di Tamban, Bupati Kampar Ngacir Saat Ditanya Kabut Asap
Kampar, iNewsPekanbaru.id – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, enggan berkomentar dan langsung hengkang saat dicecar pertanyaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Momen tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026), tepat setelah kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi tersebut dipastikan batal.
Di mana daerah Tambang merupakan salah satu daerah terparah Karhutla di Riau. Karhutla di sana juga berdampak kabut asap di Pekanbaru karena berbatasan dengan Tambang.
Saat ditanyai mengenai kondisi karhutla hingga dampaknya terhadap kegiatan belajar-mengajar murid sekolah—yang sebenarnya berada di bawah kewenangannya—Yuzar menolak menjawab. Dengan pengawalan Satpol PP, ia justru melempar urusan tersebut kepada Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Sugiyono.
"Sama Danrem (saja bertanyanya)," kata Yuzar meninggalkan lokasi bersama petugas Satpol PP.
Di saat yang sama, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Manggala Agni terus berpacu dengan waktu memadamkan api di area tanah gambut tersebut. Pembukaan jalur dengan ekskavator serta pembuatan sumur bor terpaksa dilakukan akibat minimnya pasokan air.
Air yang ditarik dari dua sumur bor ditampung terlebih dahulu ke dalam embung buatan sebelum disemprotkan ke titik api. Tak hanya jalur darat, Satgas Udara juga mengerahkan helikopter pemadam (water bombing) untuk mengguyur lokasi-lokasi yang sulit ditembus petugas di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto juga hari ini melakukan peninjauan Karhutla. Satu satunya daerah yang dicek adalah Karhutla di Rimbo Panjang. Karhutla di Kampar dan Pelalawan sudah berdampak dengan pemberhentian sementara aktivitas belajar mengajar di Pelalawan dan Pekanbaru. Kabupaten Kampar sendiri belum mau meliburkan sekolah meski kabut asap cukup mengkhawatirkan.
Editor : Banda Haruddin Tanjung