Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bicara di Forum Internasional, Kapolda Riau: Kerusakan Lingkungan Bisa Menjadi Ancaman Keamanan
Advertisement . Scroll to see content

Komisi III DPR Apresiasi BNN Ungkap 3,37 Ton Ganja, Dorong Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi

Kamis, 02 Juli 2026 | 17:33 WIB
  • author SM Said
Komisi III DPR Apresiasi BNN Ungkap 3,37 Ton Ganja, Dorong Penguatan Pencegahan hingga Rehabilitasi
Kapoksi Komisi III DPR RI Muhammad Rahul mengapresiasi BNN mengungkap 3,37 ton ganja asal Thailand dan mendorong penguatan pencegahan, pemberantasan, serta rehabilitasi. Foto ist

JAKARTA, iNewsPekanbaru.id – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Rahul, memberikan apresiasi atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar jaringan internasional penyelundupan narkotika jenis ganja (cannabis/marijuana) asal Thailand dengan barang bukti sekitar 3,37 ton bruto.

Apresiasi tersebut disampaikan Rahul kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menyusul keberhasilan operasi gabungan BNN RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta jajaran kepolisian dalam mengungkap jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.

Rahul menilai pengungkapan tersebut bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman kejahatan narkotika transnasional.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto beserta seluruh jajaran BNN, Dirjen Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian yang terlibat dalam operasi bersama ini. Pengungkapan jaringan internasional dengan barang bukti sekitar 3,37 ton merupakan capaian yang sangat strategis," ujar Rahul.

Ia menilai modus yang digunakan sindikat menunjukkan jaringan narkotika internasional semakin adaptif dan terorganisasi. Pemanfaatan jalur impor resmi, kontainer, koper, kardus latex hingga distribusi lintas wilayah menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan penguatan intelijen dan pengawasan.

"Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan aparat dalam membaca pola kejahatan, melakukan pendalaman intelijen, analisis dokumen, pengawasan pengiriman, hingga melakukan penindakan secara terukur. Ini bukan sekadar menyita barang bukti, tetapi juga memutus rantai distribusi sebelum narkotika beredar di tengah masyarakat," katanya.

Rahul juga menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kepemimpinan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam memperkuat fungsi intelijen, interdiksi, penindakan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Riau itu, keberhasilan pemberantasan narkotika saat ini tidak hanya diukur dari besarnya barang bukti yang disita, tetapi juga kemampuan aparat mengungkap struktur jaringan, mengidentifikasi aktor intelektual, menelusuri jalur logistik, hingga mengungkap badan usaha yang diduga dimanfaatkan sebagai sarana kejahatan.

Meski demikian, Rahul mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat BNN berpuas diri. Ia berharap capaian itu menjadi momentum memperkuat pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara menyeluruh.

"Komisi III meyakini BNN tidak akan berhenti pada keberhasilan operasi ini. Justru capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan P4GN secara lebih komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi, mulai dari aspek pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Di bidang pencegahan, Rahul mendorong BNN memperluas edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika kepada masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha hingga instansi pemerintah. Menurutnya, langkah preventif merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.

Pada aspek pemberantasan, ia menilai sinergi antara BNN, Bea Cukai, Polri dan instansi terkait harus terus diperkuat, termasuk dalam penyelidikan, penyidikan, interdiksi, penelusuran aliran dana (financial investigation), serta kerja sama internasional guna memutus jaringan narkotika.

Rahul juga menekankan pentingnya memperkuat sistem deteksi dini di seluruh pintu masuk negara, seperti pelabuhan, bandara, kawasan pergudangan, dan jalur distribusi logistik.

Selain penindakan, ia mengingatkan pentingnya pendekatan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, bandar dan sindikat harus ditindak tegas, sementara korban penyalahgunaan dan pecandu harus memperoleh layanan rehabilitasi medis maupun sosial.

"Rehabilitasi merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk menekan permintaan narkotika sekaligus memutus siklus penyalahgunaan," katanya.

Rahul menambahkan, pemberantasan narkotika tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia usaha hingga pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam mendukung gerakan nasional melawan narkoba.

"Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga pemerintah daerah harus menjadi bagian dari gerakan nasional melawan narkoba. Ketahanan sosial harus dibangun dari lingkungan terkecil agar Indonesia benar-benar bersih dari narkotika," tuturnya.

Ia menegaskan Komisi III DPR RI akan terus mendukung penguatan kapasitas BNN guna meningkatkan efektivitas pemberantasan narkotika secara profesional, akuntabel, dan tetap menjunjung tinggi prinsip due process of law.

Rahul juga meminta agar pengembangan kasus dilakukan hingga tuntas, termasuk mengungkap aktor intelektual, aliran pendanaan, jaringan logistik, badan usaha yang diduga dimanfaatkan, serta kemungkinan keterlibatan jaringan internasional lainnya.

"Operasi ini mengirimkan pesan yang sangat tegas bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi sindikat narkotika untuk merusak masa depan bangsa. Keberhasilan ini harus menjadi fondasi bagi kerja-kerja pemberantasan narkotika yang semakin kuat, presisi, dan berdampak bagi perlindungan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut