Progres KITB Menuju Proyek Strategis Nasional dan Rencana Revitalisasi Istana Siak
Secara teknis dan administratif, kawasan industri ini dinilai telah memenuhi kriteria umum calon PSN dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui keunggulan berikut:
KITB saat ini memiliki lahan berstatus clear and clean serta bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 600 hektare, dari total rencana pengembangan kawasan yang mencapai lebih dari 3.000 hektare (jauh melampaui syarat minimal PSN sebesar 50 hektare). Geografis Strategis: Lokasi kawasan berada dekat dengan jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Konektivitas: Akses jalan nasional telah terhubung langsung hingga ke area dalam kawasan.
Jika status PSN ini kembali diraih, KITB akan mendapatkan kemudahan regulasi dari pemerintah pusat, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, insentif perpajakan, hingga kemudahan pengurusan AMDAL untuk menarik minat investor korporasi.
Realisasi Investasi Saat Ini Meski belum resmi menyandang status PSN, aktivitas ekonomi di KITB sudah mulai berjalan. Saat ini, industri galangan kapal dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar telah beroperasi, dan kawasan ini tengah bersiap menyambut masuknya investasi baru senilai Rp1 triliun.
Rencana Revitalisasi Istana Siak Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Siak tengah mengajukan proposal anggaran ke pemerintah pusat untuk program revitalisasi Istana Siak.
Langkah ini diambil untuk mendorong pemerataan stimulus pariwisata nasional, yang selama ini dinilai masih berpusat di beberapa titik tertentu seperti Candi Borobudur dan Danau Toba. Istana Siak dinilai layak masuk dalam skala prioritas pusat karena memiliki nilai sejarah yang kuat, kekayaan budaya Melayu yang terjaga, serta aksesibilitas wilayah yang sudah matang bagi wisatawan.
Editor : Banda Haruddin Tanjung