Menulis Surat Cinta untuk Masa Depan Dumai Lewat Aksi Hijau Kapolda Riau
DUMAI,iNewsPekanbaru.id – Di bawah terik matahari sore di kawasan pesisir Pelabuhan Navigasi, Jalan Muslim, Kelurahan Mundam, sebuah langkah nyata untuk masa depan lingkungan Dumai dimulai. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memimpin penanaman pohon penghijauan berskala besar pada Jumat (5/5/2026).
Aksi hijau ini bukan sekadar agenda rutin. Kehadiran tokoh-tokoh penting—mulai dari Wali Kota Dumai Paisal, Kapolres Dumai AKBP Angga F Herlambang, akademisi Prof. Dr. Robertus Robet, M.A., hingga Ketua Umum Persatuan Hijau Riau (PeHR) Hengky Primana—menegaskan bahwa urusan menyelamatkan bumi adalah tanggung jawab kolektif.
Dalam arahannya, Irjen Pol Herry Heryawan menekankan bahwa tugas kepolisian modern telah bergeser. Korps Bhayangkara kini tidak hanya menjaga keamanan lingkungan dari kejahatan, tetapi juga menjaga daya dukung alam agar tetap ramah bagi manusia.
"Provinsi Riau, termasuk Kota Dumai, menghadapi tantangan alam yang nyata seperti karhutla, abrasi pantai, hingga penurunan kualitas udara. Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah satu benteng oksigen dan penahan abrasi untuk generasi mendatang," tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.
Menariknya, Kapolda Riau menginstruksikan dengan tegas kepada seluruh jajarannya agar gerakan ini tidak menjadi konsumsi seremonial belaka. Setiap pohon yang ditanam wajib dirawat, dan kolaborasi harus diperluas hingga menyentuh pelajar dan sektor swasta seperti PT Pelindo Dumai.
Apresiasi mendalam pun datang dari Walikota Dumai, H. Paisal. Menurutnya, sinergi ini adalah contoh ideal bagaimana aparat penegak hukum hadir di garda terdepan pelestarian alam. Kehadiran para tokoh masyarakat dan akademisi juga memberikan warna tersendiri pada aksi sore itu. Salah satu tokoh menyebut gerakan ini dengan kalimat yang filosofis:"Kalau hari ini kita menanam pohon, artinya kita sedang menulis surat cinta untuk Dumai 20 tahun ke depan."
Aksi kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis di area pesisir pelabuhan. Mangrove dipilih sebagai strategi konkret untuk membentengi tanah Dumai dari ancaman pengikisan air laut dan banjir rob yang kerap mengintai kawasan pesisir.
Melalui gerakan yang berlangsung hangat hingga sore hari ini, Polda Riau dan Polres Dumai berharap dapat memantik kesadaran yang lebih luas di tengah masyarakat. Sebab, merawat pesisir hari ini adalah jaminan untuk Dumai yang lebih hijau, asri, dan aman ditinggali di masa depan.
Editor: Banda Haruddin Tanjung