Memutus Jarak Akses Pendidikan, Pekanbaru Siap Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi Pertama
SNT Unit Sekolah Baru (USB): Pembangunan kompleks sekolah baru dari nol yang langsung mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan. Di Provinsi Riau, hanya ada empat daerah yang mendapatkan kesempatan ini, yaitu Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
SNT Konsolidasi: Penggabungan (merger) sekolah-sekolah yang sudah ada di dalam satu zonasi agar menjadi satu tata kelola administrasi yang padu.
Untuk kategori SNT Konsolidasi, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengusulkan tujuh lokasi di tujuh kecamatan berbeda.
"Saat ini yang baru selesai diverifikasi dan masuk tahap FGD adalah lokasi di Kecamatan Tenayan Raya. Model konsolidasi ini nantinya akan mengintegrasikan SDN 131, SMPN 11, dan SMAN 6 menjadi satu kesatuan sistem," jelas Alek.
Alek menambahkan, keberhasilan Pekanbaru dalam mengamankan kuota Program Strategis Nasional ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap persoalan daya tampung siswa yang kerap muncul pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya di wilayah pinggiran kota seperti Kulim dan Tenayan Raya.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaan ini. Kehadiran Sekolah Terintegrasi akan memangkas jarak akses pendidikan dan memberikan jaminan keberlanjutan sekolah bagi anak-anak kita dari tingkat dasar hingga menengah atas," tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen daerah, FGD percepatan ini tidak hanya melibatkan unsur pendidikan seperti BPMP Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dan Tim Konsultan Kemendikdasmen, tetapi juga menggandeng dinas teknis setempat. Mulai dari Dinas PUPR, Dinas Pertanahan, Bappeda, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut dihadirkan untuk memastikan kelayakan sosiologis, pemetaan lahan, serta keamanan zonasi wilayah sekolah yang akan dibangun.
Editor : Banda Haruddin Tanjung