get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Maut di Rumbai, Bocah 3 Tahun Tewas Terjebak Api

Sinergi dengan DLHK Terkait Limbah, Lapas Pekanbaru Perbesar Kapasitas Septic Tank

Rabu, 01 April 2026 | 20:31 WIB
header img
DLHK dan Lapas Pekanbaru Bahas Solusi Limbah (Foto ist)

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendatangi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (1/4/2026). Kedatangan tim teknis ini bertujuan untuk membedah langsung sistem pengelolaan limbah septic tank di dalam Lapas yang diduga menjadi pemicu masalah tersebut.

Dalam pengecekan lapangan ini, petugas DLHK menyisir instalasi sanitasi dan sistem pengolahan limbah ditemani Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, serta Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar.

Berdasarkan evaluasi di lokasi, DLHK memberikan catatan penting: sistem penampungan limbah saat ini butuh dirombak. Kapasitas bak penampungan akhir harus dibangun ulang dengan ukuran yang lebih proporsional, menyesuaikan dengan jumlah penghuni Lapas yang kini sangat padat. Hal ini dianggap sebagai solusi jangka panjang agar limbah tidak meluap dan mencemari udara sekitar.

Selain soal infrastruktur, DLHK juga menekankan pentingnya perawatan rutin yang lebih ketat agar fungsi instalasi tetap terjaga.

Pihak Lapas sendiri mengklaim sudah mulai bergerak sebelum peninjauan dilakukan. Menurut Yuniarto, pihaknya telah rutin memanggil jasa sedot limbah untuk mengurangi beban septic tank sebagai penanganan darurat atas keluhan warga.

"Kami merespons serius laporan masyarakat. Rekomendasi dari DLHK terkait pembangunan bak penampungan yang lebih memadai akan segera kami tindak lanjuti agar masalah ini tuntas," jelas Yuniarto.

Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar, menambahkan bahwa sinergi dengan otoritas lingkungan hidup sangat diperlukan agar perbaikan yang dilakukan tepat secara teknis. Baginya, kenyamanan warga sekitar lingkungan Lapas tetap menjadi prioritas yang harus dijaga melalui solusi yang berkelanjutan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendatangi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (1/4/2026). Kedatangan tim teknis ini bertujuan untuk membedah langsung sistem pengelolaan limbah septic tank di dalam Lapas yang diduga menjadi pemicu masalah tersebut.

Dalam pengecekan lapangan ini, petugas DLHK menyisir instalasi sanitasi dan sistem pengolahan limbah ditemani Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, serta Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar.

Berdasarkan evaluasi di lokasi, DLHK memberikan catatan penting: sistem penampungan limbah saat ini butuh dirombak. Kapasitas bak penampungan akhir harus dibangun ulang dengan ukuran yang lebih proporsional, menyesuaikan dengan jumlah penghuni Lapas yang kini sangat padat. Hal ini dianggap sebagai solusi jangka panjang agar limbah tidak meluap dan mencemari udara sekitar.

Selain soal infrastruktur, DLHK juga menekankan pentingnya perawatan rutin yang lebih ketat agar fungsi instalasi tetap terjaga.

Pihak Lapas sendiri mengklaim sudah mulai bergerak sebelum peninjauan dilakukan. Menurut Yuniarto, pihaknya telah rutin memanggil jasa sedot limbah untuk mengurangi beban septic tank sebagai penanganan darurat atas keluhan warga.

"Kami merespons serius laporan masyarakat. Rekomendasi dari DLHK terkait pembangunan bak penampungan yang lebih memadai akan segera kami tindak lanjuti agar masalah ini tuntas," jelas Yuniarto.

Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar, menambahkan bahwa sinergi dengan otoritas lingkungan hidup sangat diperlukan agar perbaikan yang dilakukan tepat secara teknis. Baginya, kenyamanan warga sekitar lingkungan Lapas tetap menjadi prioritas yang harus dijaga melalui solusi yang berkelanjutan.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut