15 Hektare Lahan Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamankan Karhutla di Desa Damai Bengkalis
BENGKALIS,iNewsPekanbaru.id – Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Pertanian, Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau kini memasuki hari keenam, Tim gabungan lintas instansi terus berjibaku di lapangan untuk memastikan sisa-sisa api benar-benar padam di atas lahan gambut yang terdampak.
Operasi pemadaman yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dipimpin Ps. Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi, melibatkan personel dari BPBD, Damkar, TNI, Dishub, perangkat desa, hingga relawan masyarakat.
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran yang terdeteksi sejak Kamis (5/2/2026) lalu ini telah menghanguskan sekitar 15 hektare lahan milik masyarakat. Dari total luas tersebut, tim berhasil memadamkan ±7 hektare, sementara ±8 hektare sisanya masih dalam tahap pendinginan intensif karena masih mengeluarkan asap dari dalam permukaan tanah.
Kondisi di lokasi kejadian cukup menantang bagi petugas. Selain vegetasi semak belukar, pakis, dan pepohonan mahang yang mudah terbakar, jenis tanah gambut kering menjadi hambatan utama karena api cenderung bertahan di bawah permukaan.
"Tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran. Jenis tanah berupa gambut kering dengan kondisi parit dan embung yang minim air menjadi kendala utama kami dalam proses pemadaman," kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar (Rabu (11/2/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, sebanyak 69 personel dikerahkan ke titik koordinat 1.459170 N, 102.208468 E. Kekuatan ini terdiri dari 17 personel BPBD, 10 personel Damkar, 15 personel Polsek Bengkalis, serta dibantu oleh TNI, Dishub, dan 20 warga setempat.
Tim gabungan menerapkan berbagai strategi untuk melokalisir api, di antaranya: pemetaan udara: yakni menggunakan drone untuk memetakan sebaran titik api secara akurat.
"Pola Blokade yakni Menerapkan sistem penyekatan lahan guna mencegah api merambat ke area perkebunan karet dan kelapasawit milik warga. Kemuddian mobilisasi peralatan mesin mini streker, mesin robin, jet pump, serta ratusan meter selang untuk menjangkau titik asap,"imbuhnya.
Hujan dengan intensitas sedang yang sempat mengguyur wilayah tersebut pada sore hari turut membantu proses pemadaman. Secara umum, titik api mulai terkendali, meski sisa asap masih terlihat di beberapa titik.
Kegiatan pendinginan dihentikan sementara pada pukul 16.30 WIB karena faktor cuaca yang mulai gelap dan terbatasnya sumber air, dan dijadwalkan akan berlanjut kembali besok.
Editor : Banda Haruddin Tanjung